Suara.com - Sejak kemarin, Instagram Prilly Latuconsina dipenuhi unggahan tentang kasus kematian George Floyd di Amerika Serikat. Bahkan dia ikut menandatangani petisi dari seluruh dunia "Justice for George Flody" di www.change.org.
"Hi semuanya. Kalau misalnya kalian lihat postingan Insta Story aku dari kemarin kalian pasti tahu aku ikut berkontribusi untuk kasus George Flody yang terjadi di US sekarang karena kasus rasisme yang terjadi di sana. Aku ikut mentandatangani petisi dan juga ikut share informasi-informasi tentang kasus yang terjadi di sana," kata Prilly Latuconsina di Instagram Story, Selasa (2/6/2020).
Pemain sinetron Ganteng-Ganteng Serigala ini bangga melihat solidaritas antara masyrakat lokal dan masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat. Mereka bersatu meminta keadilan atas tewasnya George Floyd.
"Dan aku beryukur banget karena kebanyakan orang di Amerika Serikat vokal. Bahkan orang yang berkulit putih pun ikut menentang kasus rasisme tersebut. Banyak banget yang mendukung," ujarnya.
Tak hanya sekedar menyoroti prilaku rasisme di Amerika Serikat, Prilly Latuconsina juga mengingatkan kasus serupa di Indonesia, khususnya Papua.
"Dan menurutku sekarang ini waktunya kita menjaga rumah (Indonesia) kita juga. Karena kasus rasisme bukan hanya terjadi di US, tapi juga terjadi di negara kita sendiri Indonesia, khususnya di Papua," terangnya.
Mantan kekasih Maxime Bouttier ini berharap masyarakat Indonesia sadar bahwa kasus rasisme masih sering terjadi di Indonesia. Dia mengimbau agar masyrakat berani melawan prilaku rasisme di seluruh belahan dunia.
Tak ingin terjadi kasus yang sama seperti di Amerika Serikat, Prilly Latuconsina pun memberikan informasi tentang rasisme di Indonesia.
"Plis kalian baca informasi yang aku share sebelum Insta Story ini, supaya kalian tahu apa yang terjadi di negara kita sekarang. Dan jangan sampai kita menjadi orang yang seperti itu dan jangan sampai kita juga diam aja," ucapnya.
Baca Juga: Ini Sosok Miss Universe Malaysia yang Berkomentar Rasis soal George Floyd
"Orang kita juga diperlakukan seperti itu juga. Jadi tolong baca artikelnya, baca informasinya. Semoga kita bisa aware dengan apa yang terjadi di negara kita sendiri juga. Terima kasih," sambung Prilly Latuconsina.
Prilly Latuconsina bersama ribuan orang mengikuti petisi "Justice for George Flody" di www.change.org menuntut keadilan atas kematian George Flody.
Kasus George Floyd bermula saat ia diamankan polisi atas dugaan belanja dengan uang palsu. Ia ditangkap, dan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari salah satu petugas, Derek Chauvin.
Derek Chauvin menggunakan lutut untuk menekan leher George saat ia tiarap. Aksi itu dilakukan selama delapan menit hingga lelaki kulit hitam itu kehabisan napas.
Chauvin berdalih, tindakan itu dilakukan agar George Floyd tidak melakukan perlawanan terhadap petugas. Aksinya itu kemudian menuai kecaman dari publik.
Berita Terkait
-
Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak
-
Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko
-
Prilly Latuconsina Bongkar Jam Kerja Sinetron Dulu: Tak Manusiawi
-
Prilly Latuconsina Beberkan Realita Gelap Syuting Sinetron, Bisa Bikin Peran Dimatikan
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu