Entertainment / Gosip
Selasa, 19 Mei 2026 | 14:45 WIB
Dua terduga maling dihakimi warga [Hasil bidik layar video asli dan generate ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Dua pria terduga maling dihakimi warga dengan cara dipaksa saling menggigit telinga dan berciuman dalam kondisi tangan terikat.
  •  Lokasi dan waktu pasti peristiwa tersebut belum diketahui, namun videonya viral setelah diunggah oleh akun Lambe Turah.
  • Aksi warga tersebut memicu kontroversi dan kecaman netizen karena dinilai tidak etis, menyimpang, serta menormalisasi perilaku yang tak pantas.

Suara.com - Media sosial dihebohkan dengan sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi main hakim sendiri oleh warga terhadap dua orang pria yang diduga pelaku pencurian.

Namun, berbeda dari kasus biasanya di mana pelaku mendapatkan kekerasan fisik, kali ini hukuman yang diberikan warga tergolong sangat tidak lazim dan memicu kontroversi.

Dalam video yang dibagikan akun Instagram Lambe Turah, Senin, 19 Mei 2026, terlihat dua pria dengan tangan terikat sedang dikerumuni oleh warga yang geram.

Dalam suasana yang tegang namun diselingi gelak tawa, kedua pria tersebut terlihat pasrah saat mendapatkan intimidasi fisik dan psikologis.

Kedua terduga maling tersebut awalnya dipukul menggunakan besi panjang oleh salah satu warga. Namun, aksi massa tak berhenti di situ. Warga yang menyergap mereka memberikan instruksi aneh sebagai bentuk sanksi sosial.

Kedua pria itu diminta untuk saling menggigit kuping satu sama lain. Di bawah ancaman kekerasan fisik lebih lanjut, mereka terpaksa menuruti perintah tersebut.

Suasana semakin riuh ketika warga mulai meneriakkan perintah yang jauh lebih kontroversial, yaitu berciuman.

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada informasi resmi mengenai lokasi detail peristiwa tersebut maupun kapan kejadian itu berlangsung.

Namun, perilaku warga yang mendokumentasikan aksi tersebut sambil tertawa memicu diskusi panas.

Baca Juga: Apa Itu Lipstick Effect? Fenomena Berburu 'Kemewahan Kecil' saat Ekonomi Sulit

Ilustrasi maling motor (Pixabay)

Banyak netizen yang menyayangkan mengapa warga justru menormalisasi perilaku yang dianggap menyimpang untuk sekadar mempermalukan orang lain.

"Warga yang nyuruh ciuman juga sakit sih. Kalo udah ketangkep, mending langsung lapor ke polisi, bukan menyuruh yang perilaku yang nggak etis, curiga yang nyuruh pengalaman pribadi," tulis salah satu netizen.

Kritik lain juga menyoroti inkonsistensi sikap masyarakat terhadap isu LGBT.

"Giliran ada yang gay dikatain, dijauhin, diusir, dan dianggap penyakit. Lah ini disuruh ciuman," katanya.

"Mereka salah, tapi jangan permalukan mereka, karena belum tentu kalian lebih baik," tulis yang lain.

Ada pula yang memperingatkan dampak normalisasi perilaku tersebut, "Warganya stres. Jangan normalisasi LGBT juga, masih banyak hukuman lain."

Load More