Suara.com - YouTuber Turah Parthayana diduga melakukan pelecehan seksual kepada temannya perempuannya berinisial J. Kasus ini terjadi pada 23 November 2019, namun baru diungkap seseorang dalam thread di Twitter.
Akun bernama @sandi_sa119 membeberkan rekaman percakapannya dengan J. Di situ, J menuturkan kronologi pelecehan seksual yang dilakukan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Rusia tersebut.
Pelecehan itu terjadi di asrama Pairs, Rusia. Awalnya Turah mengajak J menonton film horor di kamar teman mereka, Dani.
"Pas nyampe kamar si Dani cuma ada si Turah. Dia sambil ngedit video di meja, gue duduk di kasur. Dia bilang ngapain di sana? Sini aja," kisah J dalam rekaman yang diunggah Rabu (5/8/2020).
Dani yang masuk ke kamarnya itu hanya terkejut karena ada dua temannya. Namun ia kemudian tidur karena waktu menunjukkan pukul 2 dini hari.
Saat J mulai duduk di dekatnya, Turah langsung melancarkan aksinya. "Dia udah mulai pegang dan ambil tangan gue buat taro di itunya dia. Suruh gue remes dan dia cium gue," kata J.
J menegaskan, pelecehan seksual itu tidak sampai ke hubungan seksual. Sebab perempuan itu sudah meminta Turah tak melakukannya.
"Gue mulai grasak gurusuk, supaya si Dani bangun," lanjut J.
J akhirnya bisa keluar kamar Dani dan menyelamatkan diri masuk ke kamarnya.
Baca Juga: 3 Korban Predator Seks Fetish Kain Jarik Gilang, Pria atau Wanita?
Fakta tersebut telah diklarifikasi Gokma Sahat Tua Sinaga, Ketua Permira (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia) di Universitas Tomsk, Rusia tempat kuliah Turah Parthayana.
"Saya yang bertanda tangan di bawah ini atas nama ketua Permira Tomsk menyatakan saudara Turah telah melakukan tindakan seksual secara terencana dan disadari terhadap saudari J," demikian surat yang ditulis pada 26 November 2019.
Cerita tentang pelecehan seksual ini viral di Twitter. Saat artikel ini ditulis, Turah masuk trending topic nomor 2.
Pengakuan Turah Parthayana
Selain itu, manajer Turah Parthayana juga telah mengonformasi kejadian ini dan minta maaf.
"Pada November 2019, Turah tidak menyangkal pengakuan pelecehan seksual yang dilakukan olehnya," tulis Jehian Panangian Sijabat di Twitter.
"Saya sebagai manajer dari TP merasa malu dan gagal mendidik talent. Menyatakan penyesalan terhadap korban," sambungnya.
Berita Terkait
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
-
Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul
-
Sampai Disorot DPR! Sahroni Desak Pria Cabuli Anjing di Penjaringan Diseret ke Meja Hijau
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI
-
Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum