Suara.com - Pedangdut Evi Masamba akhirnya angkat bicara usai dianggap menghina gelar sarjana. Hal itu terlihat dalam unggahan terbarunya di Instagram belum lama ini.
"Netizen yang budiman dan pintar pintar semua. Saya ingin meluruskan dari postingan saya yang menyinggung kalian," kata Evi Masamba mengawali.
Selanjutnya, dia menegaskan tidak pernah merasa menjelek-jelekkan gelar sarjana.
"Apakah setelah saya menulis sebagian sarjana merusak daerahnya? Apakah itu semua ditunjukkan para sarjana? Jelas tidak. Karena kalau kalian tersinggung berarti kalian bagian dari sebagian sarjana itu. Tetapi kalau tidak, kenapa tersinggung," tutur Evi Masamba.
"Terkecuali saya mengatakan yang sarjana akan merusak daerahnya. Itu baru saya salah, karna secara tidak langsung saya mengitimidasi para sarjana. Sampai sini kalian paham," sambungnya lagi.
Pentolan D'Academy ini juga mengingatkan kepada para netizen buat tidak asal komentar dan menghakimi dirinya. Menurut Evi Masamba, semua orang berhak menjadi pemimpin.
"Kita berpikir secara logikalah dan positif. Jangan setelah membaca caption kalian tidak memahami dan terus menghakimi tanpa tau apa maksud dan tujuanya," ujar Evi Masamba.
"Dan perlu kalian ingat saya cuman membela diri dari orang-orang yang mengatakan, tak ada pendidikan. Tak pantas untuk membangun daerahnya saya cuman ingin menepis itu semua. Bahwasanya siapanpun berhak menjadi seorang pemimpin," pungkasnya.
Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Evi Masamba Berniat Jadi Bupati
Berita Terkait
-
Tak Punya Instagram, Reza Rahadian Ternyata Rajin Update Status WhatsApp
-
Terseret Isu Pelecehan, Pernyataan Terbaru Syekh Ahmad Al Misry Disorot: Hati-Hati Lisanmu
-
Praperadilan Ditolak, Piche Kota Tetap Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Viral di Media Sosial! Pria Mirip Jeffrey Epstein Terekam Mengendarai Mobil di Florida
-
Di Depan Daniel Mananta, Ustaz Khalid Basalamah Tegas: Agama Itu Hanya Islam
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987