Entertainment / Gosip
Rabu, 09 September 2020 | 16:50 WIB
Jeremy Thomas. [suara.com/ Ismail]

Suara.com - Jeremy Thomas turut berduka atas wafatnya Jakob Oetama. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Mengenang kepergian pendiri Kompas Gramedia, aktor 50 tahun ini mengungkap cerita yang tak terlupakan.

Sebagai sosok yang berkecimpung di dunia entertainment sejak 1993, Jeremy Thomas beruntung bisa berkesempatan ngobrol dengan Jakob Oetama.

Selain itu, Jeremy Thomas bahkan punya nama panggilan untuk lelaki 88 tahun ini.

Unggahan Jeremy Thomas [Instagram/@jeremythomas_jt]

“Pak JO, begitu saya kerap memanggilnya. Beberapa kali saya diluangkan waktu berbincang dengannya. Dari mulai keluhan beliau mengenai televisi zaman sekarang, hingga minimnya nilai positif dari program yang tayang,” kenang Jeremy Thomas dalam postingannya di Instagram, Rabu (9/9/2020).

“Saya sempat menjawab, ‘Makanya perlu pak JO yang banyak untuk menertibkan kualitas’," sambungnya lagi.

Jeremy Thomas juga selalu mengingat ucapan Jakob Oetama, bagaimana sebuah media bisa menjadi penyumbang nilai moral.

“Buat bangsa Indonesia menjadi lebih baik, lebih cerdas, lebih civilisasi dan utuh,” kata bintang film Mata Batin 2 ini.

Kendati banyak mengingat soal kisah Jakob Oetama, namun kesedihan atas kepergian wartawan senior itu tak bisa dibendung Jeremy Thomas.

Baca Juga: Wafat, Fakta Menarik Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama

“Sangat sedih pak JO harus pergi meninggalkan bangsa ini. Beristirahatlah di surga. Semoga warisanmu terus mengalir di tubuh juru pena. Media membangun, bukan kegaduhan. Salam hormat,” ucapnya.

Mengakhiri kisah itu, Jeremy Thomas juga memperlihatkan foto kebersamaannya dengan mendiang Jakob Oetama. Dalam foto tersebut, keduanya saling melempar senyum.

Bahkan menunjukkan keakraban, Jakob Oetama terlihat memegang bahu Jeremy Thomas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jakob Oetama meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (9/9/2020). Ia wafat karena mengalami gangguan multiorgan.

Rencananya, jenazah Jakob Oetama akan disemayamkan di Gedung Lama Kompas, Palmerah Barat.

Load More