Suara.com - Penyanyi Rahmania Astrini butuh waktu sampai lima hari untuk rekaman lagu barunya, Shush. Baginya, lima hari untuk satu lagu adalah hal baru.
"Biasanya, lima hari ya buat lima lagu," kata Rahmania Astrini dalam konferensi pers virtual, Senin (30/11/2020).
Rahmania bilang ada beberapa hal yang membuat rekaman itu terasa panjang. Sebab sang penulis dan produsernya adalah Toby Gad.
Toby Gad merupakan musisi yang membuat lagu hits untuk John Legend, Beyonce, hingga Kelly Clarkson. Ia juga berhasil meraih piala Grammy untuk beberapa karyanya.
"Toby nggak bisa langsung (dengerin), jadi kirim email dan dia kirim balik. Beberapa kali (revisi) memang," kata penyanyi 19 tahun ini.
Baginya, proses tersebut menjadi tantangan tersendiri. Walaupun terasa berat, tapi penyanyi yang hits lewat Menua Bersama ini begitu menikmatinya.
"Proses rekaman yang paling intens, stresfull, tapi amat sangat menyenangkan," kata Rahmania Astrini.
Sementara Toby Gad dinilainya seseorang yang ingin meminimalisir kesalahan. Untuk itu, butuh proses panjang dalam penggarapan Shush.
"Dia juga perfeksionis kan, sementara aku, nyanyi ya nyanyi aja. Tapi kali ini aku ditantang untuk melakukan semaksimal mungkin," ujar dia.
Baca Juga: Rahmania Astrini Kolaborasi dengan Peraih Grammy Award di Lagu Shush
Sampai akhirnya, perempuan kelahiran Northampton, Amerika Serikat ini mendapat pelajaran baru.
"Rekaman tuh ternyata bisa seperti ini. Demonya bener-bener rapi banget," ungkapnya.
Mengingat proses rekaman yang sangat maksimal, pihak label pun tak ingin menyia-nyiakan karya tersebut.
Shus yang rilis 20 November itu juga diperkenalkan ke tujuh negara. Diantaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Hong Kong dan Taiwan.
Hasilnya pun menunjukkan kesuksesan. Sebab tercatat, baru dua hari rilis di YouTube, Shush ditonton 1 juta kali.
Berita Terkait
-
Penampilan Rahmania Astrini di Acara Malam Tahun Baru Terhenti 2 Kali, Tunggu Bus Lewat dan Prabowo Datang
-
3 Solois R&B Wanita Indonesia yang Underrated, Padahal Lagunya Enak!
-
Jadi Opening Act Konser Coldplay di GBK, Rahmania Astrini Berharap Bisa Go International
-
Momen Chris Martin Kasih Semangat di Backstage Sebelum Konser Coldplay di GBK Disorot: Ramah Banget!
-
5 Rekomendasi Lagu Rahmania Astrini, Artis Pembuka Konser Coldplay
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987