Suara.com - Profil Arya Saloka tengah menjadi perbincangan publik, terutama para emak-emak. Perannya sebagai mas Al atau Aldebaran dalam sinetron ‘Ikatan Cinta’ memang sukses membuat para kaum hawa jatuh cinta.
Tidak jarang Arya Saloka ini digosipkan berselingkuh dengan lawan mainnya Andini (Amanda Manopo) karena saking menjiwai memerankan karakter mas Al.
Putri Anne, istri dari Arya Saloka pun juga terkena imbas dari pemberitaan tersebut lantaran dianggap cuek-cuek saja menanggapi gosip miring tersebut.
Kira-kira seperti apa ya karakter Asli Arya Saloka? Apakah tidak beda jauh dengan karakter mas Al? Oke, buat para fans garis keras Arya Saloka a.k.a mas Aldebaran, simak berikut ini profil Arya Saloka.
Profil atau Biodata Arya Saloka
Pria yang memiliki nama lengkap Arya Saloka Yuda Perwira Surowilogo ini lahir di Denpasar (Bali) pada 27 Juni 1991.
Pria berdarah Indonesia ini merupakan seorang anak dari Murtiningsih Hardono dan Hardono Surowilogo. Ia memeluk agama islam.
Arya memiliki seorang istri cantik bernama Putri Anne. Keduanya melangsungkan pernikahan pada tanggal 6 Agustus 2017 dan dikarunia seorang putra bernama Ibrahim Jalal Ad Din Rumi yang sekarang ini berusia 1 tahun.
Ia pernah mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Malang mengambil jurusan Pendidikan. Namun, berhenti karena lebih tertarik menekuni bidang seni peran.
Baca Juga: Tersebar Informasi Pendidikan Arya Saloka, Kampusnya Bikin Netizen Menjerit
Perjalanan Karier Arya Saloka
Nama Arya Saloka semakin mengudara setelah sukses memerankan tokoh mas Al atau Aldebaran yang dipasangkan dengan tokoh Andini yang diperankan oleh Amanda Manopo dalam sinetron Ikatan Cinta.
Sebelumnya, Arya sudah beberapa kali membintangi judul sinetron, FTV maupun film layar lebar. Tercatat ia pernah bermain sinetron Get Married The Series 2’, ‘Tukang Ojek Pengkolan’, ‘Bumi Langit’, ‘Saat Hati Telah Memilih’, dan ‘4 Anak Rantau.
Ia juga berperan dalam beberapa judul FTV, dua diantaranya yaitu ‘ Bang Toge Pamit Balik Lagi’, dan ‘3 Semprul jadi Tentara’.
Arya juga tercatat pernah berperan dalam sejumlah judul film layar lebar, yaitu ‘ Menunggu Pagi; ‘Malaikat Tanpa Sayap’, ‘Night Bus’, ‘Habibie & Ainun 3’, serta ‘Story of Kale: When Someone’s In Love’.
Terhitung hingga sekarang, pria yang hobi bulutangkis ini sudah beberapa kali mencicipi berbagai tokoh, mulai dari tokoh utama, tokoh pendukung, hingga cameo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Reaksi Arya Khan Disindir Michelle Ashley Bikin Pinkan Mambo Downgrade Sampai Ngamen di Jalanan
-
Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak
-
Niko Al Hakim Ungkit Penelantaran Kucing di 2024, Pihak yang Rescue Bela Rachel Vennya
-
Pesona Nikita Willy Berhijab Saat Liburan di Jepang Curi Perhatian
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Tidak Direstui Fans! Siapa Elias Ronnenfelt? Pria yang Dirumorkan Dekat dengan Jenna Ortega
-
Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Jejak Kebenaran di Meja Autopsi
-
Sudah Operasi Ganti Kelamin, Lucinta Luna Pastikan Tak Bisa Punya Anak Meski Kembali Jadi Cowok
-
Klarifikasi Virgoun Soal Ambil Anak Saat Inara Terseret Kasus: Hanya Sementara Sampai Badai Reda
-
Dialog Terima Kasih Soeharto di Film Dilan ITB 1997 Picu Kontroversi