Suara.com - Arash Buana kembali menghadirkan karya menyentuh lewat lagu berjudul Stars. Sama seperti sebelumnya, lagu tersebut menggunakan bahasa Inggris penuh.
Dalam pernyataannya, Arash Buana ternyata punya alasan sendiri memilih pakai lirik bahasa Inggris bukan bahasa Indonesia.
"Kenapa nggak pakai lirik bahasa Indonesia bukan karena gue ngerasa bahasa Inggris lebih keren, tapi
nulis lagu tuh punya formula," kata Arash Buana dalam jumpa pers virtual beberapa waktu lalu.
"Susah kalau bahasa Indonesia dan kalau gue itu banyak terinfluence penyanyi-penyanyi luar," sambungnya lagi.
Stars sendiri mengangkat cerita tentang seorang anak muda berusia 19 tahun bernama Xavier. Dia disebut tengah menjalani sisa hidupnya akibat penyakit kanker yang diderita.
“Sebenernya lagu ini diskusi sama diri sendiri jadi bikin lagu tentang orang yang udah nggak lama waktunya di dunia ini dan dia udah tau itu dan gimana caranya dia ngabisin sisa waktunya dengan enjoy aja di sisa hidupnya,” terang Arash Buana.
Adapun soal proses pembuatannya sendiri, Stars diciptakan oleh Arash Buana selama sebulan. Draft lagunya mulai ditulis pada akhir Desember 2020 dan selesai dikerjakan awal Februari 2021.
“Gue bikin lagu ini dari akhir Desember (bikin lagunya dulu), dan sampai akhirnya dapet mastering itu awal Februari dikarenakan masalah teknis yang amat banyak,” jelas Arash Buana.
Lewat Stars, Arash Buana ingin menekankan tentang berharganya kebersamaan bersama orang tercinta. Penyanyi kelahiran Jakarta, 12 Juni 2003 pun ingin mengajak para pendengar agar menghargai apapun yang dimiliki.
Baca Juga: Lagu Pemuda Lampung Dibeli Raffi Ahmad Rp 10 Juta
“Pesannya simple sih. Hargai waktu aja dengan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang berharga," tuturnya.
"Enjoy the time you have with people that you love. No matter when, not matter how, not matter where, semuanya bisa berakhir dengan gitu aja,” imbuhnya lagi.
Single Arash Buana berjudul Stars sendiri sudah bisa dinikmati di semua digital streaming sejak 28 Februari 2021.
Berita Terkait
-
FIFTY FIFTY Remake Lagu Legendaris Pink Floyd "Wish You Were Here"
-
Fakta dan Makna MV Baru Harry Styles 'American Girls': Nostalgia Rasa?
-
Kasus Perdata Hak Royalti Lanjut, Pengacara Vidi Aldiano: Gugatan Salah Salamat
-
Kenshi Yonezu Raih Best Sound/Performance di TAAF 2026 Berkat Lagu Anime
-
Aksi Nyata Rhoma Irama Bantu Musisi Dangdut Hadapi Royalti Mandek
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Selain Keluarga, Polisi Bakal Periksa Laki-Laki yang Bersama Cucu Mpok Nori Sebelum Tewas Dibunuh
-
Kronologi Chappell Roan Dilarang Manggung di Brasil, Berawal dari Tudingan Intimidasi Anak Jorginho
-
Drama Keluarga Tasyi Athasyia Vs Selvi Salavia Memanas: Kini Ribut Gara-Gara Foto Lebaran
-
Kabar Duka, Ibu Gilga Sahid Meninggal Dunia
-
Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum
-
Versi Pelaku, Bunuh Cucu Mpok Nori di Malam Takbiran Gegara Cemburu
-
Penampilan Ahmad Assegaf Tanpa Tasya Farasya Bikin Pangling: Dulu Berasa Raja Dubai
-
Kena Nyinyir Warganet, Dewi Perssik Bongkar Alasan Selalu Foto di Area Tangga Rumah
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Park Seo Ham dan Bona WJSN Dirumorkan Bintangi Dive Into You, Ini Sinopsisnya