Entertainment / Gosip
Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:34 WIB
Lucky Hakim (Instagram/luckyhakimofficial)
Baca 10 detik
  • Aliansi Topi Jerami melempar puluhan ular ke pendopo Bupati Indramayu Lucky Hakim pada Kamis, 7 Mei 2026.
  • Aksi terjadi setelah massa gagal bertemu Bupati guna menyampaikan tuntutan terkait buruknya kinerja pemerintah daerah setempat.
  • Demonstran mendesak perbaikan sektor pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta pengawasan lebih ketat dari DPRD terhadap pemerintah daerah.

Suara.com - Kantor Bupati Lucky Hakim dilempari puluhan ular. Peristiwa ini berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026.

Massa tergabung dalam Aliansi Topi Jerami. Mereka yang awalnya mau bertemu Lucky Hakim, sang Bupati merasa kecewa karena tidak bisa menemui pimpinan daerah tersebut.

Penolakan dari aktor 46 tahun itu memicu reaksi keras. Massa akhirnya menjadikan ular sebagai bentuk perlawanan mereka.

Hujan ular pun terjadi di area dalam pendopo. Aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi seketika berhamburan untuk menghindar dari gigitan.

Pendopo ternyata bukan satu-satunya titik aksi pada hari itu.

Massa sebelumnya telah berkeliling dan menggelar orasi di gedung Kejaksaan dan DPRD Indramayu.

Para pengunjuk rasa membawa deretan tuntutan penting. Mereka menilai sang bupati hanya sibuk membangun citra tanpa hasil nyata.

"Mendesak Bupati Indramayu untuk berhenti menjadikan pencitraan sebagai topeng kegagalan," demikian unggahan yang hadir di Instagram Indramayuinfo.

Kinerja pemerintah daerah di sektor pendidikan, lingkungan, dan ekonomi dinilai mandek. Masyarakat meminta bupati membuka data capaian kerjanya secara transparan.

Baca Juga: Lucky Hakim Diperiksa Itjen Kemendagri soal Penggunaan Fasilitas Negara saat Liburan ke Jepang

"Mendesak Bupati Indramayu untuk segera mengambil langkah konkret dalam menekan angka pengangguran," katanya.

Selain kemiskinan, krisis ruang hidup di Indramayu dianggap sebagai bom waktu sosial. Tumpukan sampah menjadi salah satu bukti yang disorot tajam oleh massa.

"Menuntut keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan krisis lingkungan, khususnya persoalan sampah," ucapnya.

Amarah demonstran rupanya juga merembet ke jajaran anggota dewan. DPRD dituding membiarkan berbagai persoalan krusial di masyarakat berlarut-larut tanpa pengawasan.

"Mendesak DPRD Indramayu untuk berhenti menjadi simbol formalitas kekuasaan," demikian keterangan yang hadir.

Load More