Suara.com - Reza Smash akhirnya angkat bicara soal video viral pengemudi online. Pelantun "I Heart You" ini disebut berutang pada sopir taksi online.
Ongkos jasa sopir online ini seharusnya Rp 154.000. Namun Reza Smash disebut baru membayar Rp 100.000.
Sementara sisanya dikatakan akan dilunaskan dengan transfer. Namun pembayaran itu tak kunjung diterima si pengemudi.
Atas kehebohan berita ini, Reza Smash meminta maaf atas sikapnya yang merugikan pengemudi online.
"Kalau misalkan iya, saya khilaf dan minta maaf," kata Reza Smash dikutip dari Instagram Story, Minggu (16/5/2021).
"Kalaupun tidak benar, saya nggak usah perpanjang. Sudah terlanjur juga dan ikhlas," imbuh lelaki 27 tahun ini.
Kerelaan soal kasus yang enggan diperpanjang Reza Smash ini dibuktikan dengan tak inginnya ia mencari riwayat pemesanan dan pembayaran.
"Nggak ada gunanya juga diperpanjang," ucap rekan Bisma ini.
Ketimbang fokus membicarakan hal buruk, Reza Smash mengajak warganet fokus pada hal-hal penting dan lebih bermanfaat.
Baca Juga: Viral Curhat Sopir Taksi Online, Ternyata Ini Personel Smash yang Ngutang
"Alangkah baiknya ribut ngomongin kebaikan. Berlomba-lomba membuat pahala," ucap penyanyi yang pernah berseteru dengan mantan istrinya, Fabiola.
Kepada si pengemudi taksi online itu pun, Reza Smash turut mendoakannya.
"Semoga ibu diberikan kelancaran pekerjaan, sehat keluarganya," ucap Reza Smash.
Sayangnya, klarifikasi Reza Smash tak memuaskan warganet. Banyak yang penasaran apakah penyanyi ini sudah melunasi utangnya.
"Transfer sisanya nggak? Nggak usah banyak omong," ucap @stevtellusa di akun @lambe_turah.
"Cari kontak ibu itu, gimana pun caranya. Minta maaf, transfer kekurangan. Selesai, makan ketupat deh," sahut @mimaima111.
Kejadian ini bermula saat akun TikTok @vishellaoktavianti cerita soal kelakuan buruk artis. Ia kemudian menyebut nama Rian Smash yang tak melunasi ongkos perjalanan.
Namun kemudian pengemudi ini mengklarifikasi, bahwa yang dimaksud adalah Reza Smash dan bukan Rian.
Tag
Berita Terkait
-
4 Ciri Pelaku Love Scamming Seperti Kasus Fabiola Elizabeth Agnes
-
Peran Eks Istri Reza Smash dalam Kasus Love Scamming Berskala Internasional
-
Ditangkap Polisi Kasus Penipuan Rp41 M, Akun IG Fabiola eks Istri Reza SMASH Mendadak Hilang
-
Profil Fabiola Elizabeth Agnes, Eks Istri Reza Smash yang Terjerat Kasus Love Scamming Rp41 Miliar
-
Tipu Korban Sampai Rp41 Miliar, Begini Modus Love Scamming yang Libatkan Fabiola Eks Reza SMASH
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas