Entertainment / Gosip
Selasa, 02 Juni 2026 | 12:03 WIB
Fabiola Elizabeth Agnes, mantan istri Reza Smash diduga terlibat dalam jaringan sindikat penipuan internasional.
Baca 10 detik
  • Fabiola Elizabeth Agnes diduga terlibat sindikat penipuan investasi crypto internasional dengan metode love scamming sejak Juli 2025.
  • Pelaku menggunakan identitas palsu untuk menjerat warga mancanegara agar mentransfer dana ke situs trading crypto yang dimanipulasi.
  • Sindikat tersebut merugikan 133 orang dengan total kerugian mencapai Rp41 miliar hingga periode Mei 2026 di Indonesia.

Suara.com - Nama Fabiola Elizabeth Agnes, mantan istri Reza Smash diduga terlibat dalam jaringan sindikat penipuan internasional. Ia bahkan disebut menggunakan metode love scamming guna menjaring korban.

Fabiola Elizabeth Agnes masuk dalam jaringan penipuan investasi crypto. Marketing akan maju terlebih dulu untuk menyortir siapa yang akan menjadi korban.

Ia akan menggunakan akun dan foto-foto menarik. Targetnya, bukan orang-orang Indonesia, tapi mancanegara.

Setelah korban mulai tertarik, baru Fabiola maju untuk mendekati. Cara ini dilakukan jika mereka belum mau menginvestasikan uangnya.

"Jadi marketing itu untuk menjerat korban. Mereka akan menyortir calon korban yang butuh diyakinkan, maka F yang akan maju melayani video call. Itu supaya korban berinvestasi," kata Himawan.

Fabiola Elizabeth (Suara.com/Ferry Bangkit Rizki)

Keputusan memilih Fabiola karena perempuan tersebut merupakan seorang model. Ia juga fasih dalam berkomunikasi 'bisnis'.

"Jadi calon korban dibuat dekat dulu secara personal, baru mereka meminta transfer dana secara bertahap," ujar Himawan.

Setelah adanya ketertarikan, korban tersebut akan diarahkan menanam modal pada platform trading crypto.

Namun, platform tersebut sebenarnya adalah situs web palsu yang telah dimanipulasi sistemnya oleh tim IT sindikat ini.

Baca Juga: Kasus Whip Pink Seret Influencer ZNM dan YouTuber RV, Ketua Patron Bilang Begini

Sejak sindikat ini muncul pada Juli 2025 hingga Mei 2026, uang yang berhasil didapatkan cukup fantastis, Rp41 miliar.

Mereka berhasil menargetkan sekitar 5.000 orang, dengan catatan setidaknya 133 orang telah menjadi korban investasi crypto palsu.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam skema investasi serupa. Terutama yang diawali dengan pendekatan personal di media sosial.

"Masyarakat diharapkan tak mudah mempercayai ajakan berinvestasi, terutama dari orang yang baru dikenal melalui media sosial," kata Artanto.

Load More