Suara.com - Bintang veteran Kim Yong Gun digugat seorang perempuan berinisial A. Bintang Cinderella and Four Knights ini terlibat masalah hukum terkait kehamilan pra nikah.
Dispatch mengungkap A telah mendaftarkan gugatannya pada 24 Juli. Keputusan itu dibuat berdasarkan hukum sipil di Korea, di mana seseorang yang memaksa orang lain melakukan aborsi adalah perbuatan ilegal.
Pertemuan A dan Kim Yong Gun terjadi pada 2008 usai sebuah acara. Keduanya menjalin hubungan selama 13 tahun.
Baru pada Maret 2021, A yang berusia 37 tahun mengaku hamil. Namun Kim Yong Gun disebut enggan bertanggung jawab.
"Saya berpacaran dengannya secara diam-diam selama 13 tahun. Sekarang, dia ingin aku pergi dari hidupnya," kata A dikutip dari Allkpop, Senin (2/8/2021).
"Aku tidak habis pikir, dia tidak bertanggung jawab dan egois," imbuhnya.
Kim Yong Gun memberikan pembelaan. Sang aktor akan bertanggung jawab pada persalinan A kelak.
"A memblokir dan menggugat saya. Ini tidak seharusnya diperdebatkan di pengadilan. Saya mengatakan akan mendukung persalinannya pada Mei lalu," kata ayah dari bintang Along With the Gods ini.
Kim Yong Gun tak menampik sempat meninggikan intonasi suaranya saat tahu A hamil. Namun hal itu tak bermaksud untuknya lari dari tanggung jawab.
Baca Juga: Warga Temukan Potongan Tubuh Bayi, Pelakunya Ternyata Mahasiswi
"Saya kaget menghamili seseorang di usia ke-76. Saya akui meninggikan suara saat membujuknya. Sekarang, saya ingin menyelesaikan kesalahpahaman kami," tuturnya.
Pihak Kim Yong Gun menambahkan, "Sekarang dia lebih menghargai A. Ia juga memikirkan kesehatan sang bayi ketimbang dirinya sendiri."
Untuk itu Kim Yong Gun berniat bertemu dengan A guna menyelesaikan masalahnya.
Tapi A membantah bahwa ia pernah berbicara langsung dengan Kim Yong Gun. Perempuan ini merasa sakit hati selama dua bulan, di awal kehamilannya.
"A pertama kali bertemu Kim Yong Gun pada usia 24 tahun dan hamil di usia 37 tahun. Ada banyak hal terjadi selama 13 tahun, dan dia (Kim Yong Gun) harus bertanggung jawab," kata pengacara A.
Berita Terkait
-
Corpus Uterus: Menelusuri Rahim, Trauma Sejarah, dan Perlawanan Perempuan
-
Klarifikasi Ayu Aulia soal Rahim Diangkat, Bukan Cuma Karena Faktor Dihamili Bupati R
-
Ayu Aulia Ngaku Cuma Halu Dihamili Pejabat: Kan Keren Kalau Hamil sama Bupati
-
Ngaku Dihamili Ridwan Kamil hingga Bupati Bintan, Ayu Aulia Minta Maaf: Itu Cuma Halusinasi
-
Ayu Aulia Ngaku Ridwan Kamil yang Menghamilinya, Netizen Ungkap Sejumlah Kejanggalan
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak
-
Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United
-
Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship
-
LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia
-
BRI Taipei Tingkatkan Edukasi Keuangan dan Layanan Bagi Diaspora Indonesia
-
Ini Cara Rahasia Membuat Ombre Lips Natural Awet 20 Jam ala MUA, Anti Ribet Re-apply!
-
BRI Taipei Perkuat Inklusi Keuangan Untuk Pekerja Migran Indonesia di Taiwan