Suara.com - Dinar Candy akhirnya dibebaskan dari Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (6/8/2021) dini hari. Hal ini terkait dari pemeriksaan sang female DJ sebagai tersangka kasus pornografi.
Saat ini, Dinar Candy sudah berada di rumahnya. Sang pengacara, Fahmi Bachmid mengungkap kondisi terkini aktris 28 tahun tersebut.
"Dinar alhamdulillah baik," kata Fahmi Bachmid di acara Kopi Viral Trans TV, Jumat (6/8/2021).
Hanya saja kondisi DJ bernama asli Dinar Miswari ini masih dalam keadaan stres. Fahmi Bachmid menerangkan, keadaan tersebut karena ia terguncang dengan adanya kasus hingga ke kantor polisi.
"Cuma ya dia sampai sekarang masih stres. Apalagi dengan kejadian seperti ini, dia tambah stres," terang Fahmi Bachmid.
Mewakili Dinar Candy, pengacara yang juga kerap menangani kasus Nikita Mirzani itu mengucapkan permohonan maaf. Sebab apa yang dilakukan kliennya murni mengekspresikan diri karena stres.
"Ya, tolong maafkan kalau Dinar Candy melakukan hal -hal di luar kewajaran. Karena itu dalam keadaan orang stres," kata Fahmi Bachmid.
"Kalau (kondisi) itu, orang bisa melakukan apa saja. Jadi tolong dimaafkan. Saya atas nama Dinar, mohon maafkan dia," imbuhnya.
Fahmi Bachmid juga meminta doa kepada masyarakat agar Dinar Candy bisa bangkit dari perasaan stres. Ia juga berharap agar sang DJ tidak mengulangi kesalahannya.
Baca Juga: Sahabat Ungkap Kondisi Dinar Candy Selama Diperiksa di Kantor Polisi
"Doakan lah supaya dia kuat dan tidak mengulangi," pinta Fahmi Bachmid.
Dinar Candy berstatus sebagai tersangka atas kasus pornografi. Ia diamankan di rumah temannya di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan pada Rabu (5/8/2021) pukul 21.20 WIB.
Sejak saat itu, DJ berdarah Sunda ini menjalani pemeriksaan dan baru bebas dari Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (6/8/2021) dini hari.
Kasus ini merupakan buntut dari postingan Dinar Candy yang tampil berbikini di jalan. Ia melakukan hal tersebut sebagai aksi protes terhadap PPKM yang diperpanjang.
Berita Terkait
-
Dinar Candy Tolak Tawaran Kencan Rp1 Miliar: Aku Gak Jualan, Rezekiku Masih Banyak
-
Dinar Candy Ditawar Rp1 Miliar oleh Pria Hidung Belang, Responsnya Bikin Salut
-
Sahabat Dinar Candy Ngaku Diajak VCS Suami Clara Shinta, Dibayar Rp1 Juta
-
Dinar Candy Ungkap Pengalaman Disantet, Sakit Ditusuk-tusuk hingga Harus Didatangi Dukun Se-Jabar
-
Dinar Candy: Setiap Bulan Puasa Aku Taubat, Tolak Job di Kelab Malam
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Indonesian Bounce Music Naik Kelas, Primaria Fest 2026 Jadi Panggung Perayaan Generasi Baru
-
Beda Outfit Mulan Jameela di Nikahan Al Ghazali dan El Rumi, Dikritik Gagal Upgrade
-
Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi soal Gerbong Perempuan Dikritik Gilang Dirga Usai Kecelakaan KRL
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget
-
Ada Ustaz Iseng Chat WA Syekh Ahmad Al Misry di Tengah Kasus Pelecehan, Dibalas Begini
-
Sebelum Viral Seperti Sekarang, Taksi Hijau Sudah Lama Ditolak di Surabaya
-
Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi
-
Usulan Pindah Gerbong Wanita, Menteri PPPA Arifah Fauzi Banjir Kritik: Nyawa Laki-Laki Lebih Murah?
-
Viral Lewat Lagu Die on This Hill, Sienna Spiro Gebrak Panggung The Icon Indonesia Malam Ini
-
Habib Jafar Sebut Korban Kecelakaan KRL Bekasi Mati Syahid