Suara.com - Pray Away merupakan film dokumenter besutan Kristine Stolakis. Menyoroti soal proses terapi konversi komunitas LGBT, berikut sinopsis Pray Away.
Kristiane Stolakis menyajikan narasi dalam film debutnya ini lewat penuturan para penyintas dan mantan pemimpin terapi yang dilakukan untuk mengubah orientasi seksual seseorang, dilakukan dengan cara kejut listrik yang bisa membuat hilang ingatan.
Kendati menimbulkan pro dan kontra, Pray Away sukses meraih nominasi sebagai Best Documentary Feature dalam Tribecca Film Festival, tempat pertama kali film ini ditayangkan pada 16 Juni 2012. Biar tak makin penasaran, simak dulu sinopsis Pray Away berikut ini.
Sinopsis Pray Away
Pray Away menceritakan tentang kisah mantan pemimpin terapi konversi dan para penyintas dalam usaha mereka untuk 'menyembuhkan diri' dengan melalui berbagai rintangan.
Seperti halnya film dokumenter lain, Pray Away juga menyisipkan wawancara langsung dengan mantan pemimpin Terapi Konversi Gay yang berdiri pada tahun 1970.
Sebuah plot twist yang menarik muncul ketika para pemimpin yang awalnya begitu mengagungkan metode penyembuhan yang mereka ajarkan ini ternyata justru kehilangan kepercayaan atas terapi yang mereka lakukan. Para pemimpin terapi konversi mengajarkan dan membimbing para penyintas agar bisa lepas dari gaya hidup mereka.
Selama bertahun-tahun para pemimpin terapi konversi yang juga merupakan pemuka agama ini menyebarkan ajaran yang mereka yakini benar kepada ribuan orang. Padahal mereka sendiri belum bisa lepas dan bersih 100 persen dari perasaan tertarik pada sesama jenis.
Lantas bagaimanakah para penyintas dan mantan pemimpin Terapi Konversi ini pada akhirnya? Temukan jawabannya di Pray Away yang sudah tayang di Netflix pada 3 Agustus 2021 lalu.
Baca Juga: 5 Film Thriller Korea 2021: The Medium sampai Hard Hit
Alasan harus nonton Pray Away
Film ini mungkin mengangkat isu sensitif bagi beberapa kalangan. Namun, Pray Away juga sarat dengan pengetahuan terutama sisi lain dari terapi konversi. Film ini mengajarkan bahwa orang yang mengaku paling benar belum tentu seratus persen melakukan apa yang ia ucapkan.
Pray Away meraih rating yang baik dari situs Rotten Tomatoes dengan Raihan 94 persen dengan rata-rata rating 8.40 dari total 10 poin. Sedangkan dari Metacritic, Pray Away meraih 81 poin dari 100 poin.
Lebih menariknya lagi, para penonton film Pray Away akan dapat menyaksikan dan mengetahui siapa di balik Exodus Internasional yang merupakan organisasi terapi konversi Kristen terbesar.
Itu tadi sinopsis Pray Away, sebuah film dokumenter tentang Terapi Konversi yang dilakukan oleh para penyintas LGBT. Bagaimana menurutmu? Tertarik untuk menonton?
Kontributor : Safitri Yulikhah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
BTS Hingga Madonna Siap Perform di Final Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Panggung Spektakuler
-
Sempat Diperingatkan Bakal Kehilangan Ciri Khas, Afgan Ungkap Alasan Lepas Kacamata
-
Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf
-
Ahmad Dhani Ogah Beri Ampun ke Lita Gading, Bukti Jurnal Internasional Akan Diserahkan ke Polisi
-
Kembali Buka Hati, Dahlia Poland Tampil Mesra dengan Rangga Azies
-
Afgan Nyaris Kehilangan Suara, Ungkap Perjuangan Sembuh dari Cedera Pita Suara
-
Nagita Slavina Ungkap Honor Pertama Jadi Artis, Dapat Rp4,5 Juta di Usia 13 Tahun
-
Kiesha Alvaro Ingin Kuliah Fikih di Mesir, Rela Ambil 7 Film Demi Nafkah Keluarga Terjamin
-
Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar Diulang, Netizen Minta Poin Kontroversial Dianulir
-
Cerdas Cermat MPR Disebut Rekonstruksi Adegan Laskar Pelangi, Bedanya Juri di Film Bersikap Kesatria