Suara.com - Sudahkah kamu membaca sinopsis Sang Kiai atau menonton filmnya? Film yang disutradarai oleh Rako Prijanto tersebut disambut dengan penuh antusiasme oleh masyarakat Indonesia dan berhasil memperoleh banyak prestasi di dunia hiburan.
Kalian sudah bisa menontonnya di layanan streaming berbayar Netflix sejak tanggal 12 Agustus 2021 bagi kalian yang penasaran dengan alur cerita film yang telah memenangkan sejumlah penghargaan di tahun 2013 ini. Tapi, kalau kalian ingin mencari tahu sinopsisnya terlebih dahulu sebelum mulai menonton, tetap scrolling di sini, ya!
Pemain Film Sang Kiai
Film Sang Kiai menggaet sejumlah artis peran papan atas Indonesia. Kemampuan para aktor dan aktris dalam memerankan tokoh bersejarah tersebut patut diacungi jempol. Tidak hanya dapat menjiwai peran dengan maksimal dan mengekspresikan emosi para tokoh dengan begitu kuat, mereka bahkan dapat membawakan adat dan kebiasaan orang-orang pada zaman dahulu dengan tepat dan apik.
Bahkan, meskipun tidak semua dari mereka berasal dari Jawa dan tidak bisa berbahasa Jawa sama sekali, misalnya saja Adipati Dolken dan Dimas Aditya, mereka terus berusaha dan belajar kerasa selama beberapa minggu demi bisa berakting dengan logat Jawa yang kental.
Tokoh sentral dalam film ini, yaitu KH Hasyim Asy’ari, diperankan oleh Ikranagara, sementara tokoh KH Wahid Hasyim diperankan oleh Adipati Dolken. Film ini juga melibatkan aktor populer Adipati Dolken yang mendapatkan peran sebagai Harun yang merupakan tokoh fiktif dalam film sejarah ini.
Ada juga Christine Hakim yang berperan sebagai istri KH Hasyim Asy’ari yang bernama Nyai Masrurah atau Nyai Kapu. Hamzah sang penerjemah yang diperankan oleh Dimas Aditya juga karakter lain yang tak kalah penting. Selain itu, kalian juga akan melihat kehebatan akting Meriza Febriani, Dayat Simbaia, Arswendi Nasution, dan masih banyak lagi.
Sinopsis Sang Kiai
Film yang berlatarkan zaman penjajahan Jepang ini menceritakan perjuangan para kiai dan pejuang Indonesia dalam melawan penjajah Jepang. Pada saat itu, Jepang melarang adanya pengibaran bendera merah putih ataupun pemutaran lagu Indonesia Raya. Ditambah lagi, Jepang juga memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei atau memberi penghormatan pada matahari, yang dipercaya sebagai Tuhan mereka.
Baca Juga: Tips Agar Tidak Boros Kuota Data saat Nonton Film Netflix
Dengan adanya paksaan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam tersebut, KH Hasyim Asy’ari menentang perintah tersebut. Karena itulah, beliau pun ditangkap oleh para prajurit Jepang. Mengetahui hal tersebut, putranya dan semua santri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang dipimpinnya pun marah.
Tidak hanya itu saja, penangkapan salah satu ulama yang paling berpengaruh tersebut juga membuat semua santri di seluruh tanah Jawa dan Madura bergejolak dan tidak tinggal diam. Bersama semua santri, Harun pun maju memimpin demo di depan pos prajurit Jepang dan mencari segala cara untuk membebaskan sang kiai.
Pada akhirnya, KH Hasyim Asy’ari dan para kiai lain yang ditangkap oleh Jepang berhasil dibebaskan dengan cara musyawarah. Namun, itu bukan akhir dari kesengsaraan mereka. Jepang justru memanfaatkan Masyumi yang diketuai oleh KH. Hasyim Asy’ari untuk membuat dakwah propaganda agar rakyat memperbanyak hasil bumi mereka dan menyetorkannya kepada pemerintah Jepang. Hal tersebut tentu menuai protes dari rakyat Indonesia sehingga pecahlah perang di berbagai wilayah di Indonesia.
Itulah sinopsis Sang Kiai, film yang yang sangat direkomendasikan untuk semua kalangan ini. Jangan lupa nonton di Netflix kalau kalian penasaran bagaimana kelanjutan kisah perjuangan para kiai dan santri dalam melawan penjajah Jepang ini.
Kontributor : Wahyu Panca Handayani
Berita Terkait
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Nami Jadi Model Sepatu? Intip Bocoran Cerita Unik di 'One Piece: Heroines' yang Tayang di Netflix
-
Paling Rendah dalam Seri, Enola Holmes 3 Raih Rating 70% di Rotten Tomatoes
-
Sukses Besar! Teach You a Lesson Bertahan di Puncak Top 10 Netflix
-
Review Avatar: The Last Airbender Season 2: Berani Beda, tapi Apakah Lebih Baik dari Animasinya?
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu
-
Ruben Onsu Resmi Perjuangkan Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Sidang Digelar 15 Juli 2026
-
Seni Membalas Hujatan: Bule Real 'Comeback' dengan Single Dangdut Komedi 'Hayati'
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel