Suara.com - Hotman Paris mempertanyakan nasib Saipul Jamil di televisi. Sebab setelah aksi protes dan petisi boikot, membuat pihak televisi khawatir mengundang sang pedangdut di programnya.
Selain protes, hadir pula surat dari Komisi Penyiaran Indonesia pada Saipul Jamil, 6 September 2021. Namun isinya tidak secara tegas mengatakan mantan suami Dewi Perssik ini diperbolehkan tampil atau tidak di televisi.
"Surat KPI ini tidak tegas melarang, tapi perusahaan tv jadi khawatir kalau mengundang beliau," ucap Hotman Paris Hutapea di Instagram, Kamis (9/9/2021).
Jika Saipul Jamil tidak diperbolehkan tampil di televisi, Hotman Paris meminta alasan. Apakah hal ini terkait dengan kasus pencabulan dan suap.
"Saya agak bertanya-tanya, Saipul Jamil ini kan sudah menjalani hukuman dengan taat. Pihak berwenang yang menjatuhkan hukuman ini adalah pengadilan dan sudah selesai," tutur pengacara 61 tahun ini.
Dalam hukumannya pun, Hotman Paris melihat tidak ada vonis bahwa hak Saipul Jamil untuk tampil di televisi dicabut. Pengacara kondang ini kemudian membandingkan kasus Saipul Jamil dengan koruptor.
"Di perkara korupsi, sering divonis (koruptor) di samping masuk penjara, dihilangkan juga hak politiknya. (Kasus Saipul Jamil) keputusan pengadilan tidak menghapus haknya masuk tv," ucapnya memaparkan.
Untuk itu, Hotman Paris meminta KPI secara tegas memberikan keputusan apakah Saipul Jamil boleh tampil di tv atau tidak. Termasuk memberikan pengumuman kepada media elektronik tersebut.
"Mohon KPI mempertegas, menyurati ke perusahaan televisi. Apakah boleh Saipul Jamil ini tampil di tv atau tidak," jelasnya.
Baca Juga: Hotman Paris Pertanyakan Alasan KPI Larang Saipul Jamil Tampil di Televisi
Karena karena nasib Saipul Jamil yang seolah menggantung ini, pelantun Tak Bosan itu sudah mendapatkan kerugian.
"Bahkan ada kontrak yang dibatalkan," terang Hotman Paris Hutapea.
Berita Terkait
-
Full Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai
-
Bantah Terlibat Kasus Suap Impor Bea Cukai, Pertemuan Raffi Ahmad dan Blueray Terjadi di New York
-
Namanya Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, Raffi Ahmad: Sudah Biasa Difitnah
-
Nama Disebut di Kasus Bea Cukai, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Untuk Sikat Para Pemfitnah
-
Namanya Terseret di Sidang Kasus Korupsi, Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris Jadi Pengacara
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap