Suara.com - Deddy Corbuzier membalas somasi dari Propeksos (Perkumpulan Profesi Pekerjaan Sosial). Bukan dengan melakukan somasi balik namun lewat edukasi.
Deddy Corbuzier mengawalinya dengan menjelaskan definisi somasi. Bahwa bagi siapapun yang ingin melakukannya, harus dengan mencantumkan nama dan bukan lembaga.
"ini edukasi buat kalian, asosiasi atau lembaga tidak ada delik hukumnya ketika melaporkan tentang penghinaan nama baik atau kerusakan nama baik. UU ITE, itu harus digabungkan dengan KUHP 310," kata Deddy Corbuzier di Instagram, Kamis (21/10/2021).
"310 itu, harus nama seseorang yang disebutkan. Bukan lembaga, asosiasi, perkumpulan. Oke? Paham? Nah ini edukasi saya buat kalian," imbuhnya.
Kalaupun bersikukuh melakukan somasi, Deddy Corbuzier mempersilakan. Ia bahkan siap berhadapan mengenai kasus dengan Propeksos.
"Somasi itu adalah langkah pertama menuju jalur hukum. Makanya saya tantangin balik, langsung saja ke jalur hukum," tutur mantan suami Kalina Oktarani tersebut.
Tapi nyatanya, somasi yang heboh sejak 19 Oktober 2021 itu sudah dibatalkan kemarin. Sehingga masalah ini pun tidak bermuara di jalur hukum.
Deddy Corbuzier mengingatkan kepada siapapun yang hendak melaporkan sebuah kasus, harus memahami apa yang dipermasalahkannya. Ia juga menekankan untuk tidak cepat mengambil kesimpulan apalagi tersinggung.
"Jadi kalau kalian mau melaporkan sesuatu itu mikir dulu, pelajari dulu. Jangan cepat tersinggung," kata Deddy.
Baca Juga: Disomasi soal Pekerja Sosial, Nikita Mirzani Tantang Lapor Polisi
"Kalau cepat tersinggung tanpa memahami konteksnya, hancur bangsa kita ini," imbuh pemilik acara Close The Door tersebut.
Jika rasa tersinggung itu lebih diutamakan, maka bisa jadi orang-orang tidak lagi bisa berkarya hingga bersuara.
"Gara-gara apa? Gara-gara orang yang mudah tersinggung dan pingin pansos," kata Deddy Corbuzier mengakhiri.
Awal mula kasus Deddy Corbuzier dan Propeksos
Permasalahan Deddy Corbuzier dan Propeksos berawal dari somasi. Lembaga dari perkumpulan pekerja sosial ini menganggap obrolan sang mentalis dan Nikita Mirzani mengandung unsur penghinaan pada profesi mereka.
"Konten yang anda sajikan mengenai pekerja sosial disamakan dengan penyapu jalan tol atau pekerjaan serabutan," demikian keterangan dari Propeksos.
Berita Terkait
-
Mega Salsabillah Sentil Balik Deddy Corbuzier dan KDM soal Penjual Es Gabus, Alasannya Keren Banget
-
Sudrajat Penjual Es Gabus Ketahuan Banyak Bohong, Deddy Corbuzier Batal Kasih Bantuan
-
Lewat FCU, Yohanes Auri dan Deddy Corbuzier Kumpulkan 'Avengers' Dunia Industri Kreatif
-
Dokter Richard Lee Tak Ditahan, Deddy Corbuzier Singgung soal Kebal Hukum
-
Sabrina Chairunnisa Kena Musibah Jelang Akhir Tahun, Jari Tangan Sampai Retak
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
4 Fakta Menarik Walid Season 2, Olla Ramlan Jadi Karakter Kunci
-
Siapa Central Cee? Rapper Inggris yang Resmi Masuk Islam dan Ganti Nama
-
Cewek Ini Kabur usai Dipalak Pacar dan Ibunya, Disuruh Bayar Makan di Restoran Capai Rp4 Juta
-
Heboh Selebgram Non-Muslim Berbusana Ketat di Masjid Nabawi, Celine Evangelista Murka
-
Jerry Aurum Kaget Banget, Baru Tahu Denada Sudah Punya Anak sebelum Menikah
-
Adik Ipar Serang Pesulap Merah usai Pengakuan Poligami, Keberadaan saat Istri Sakit Dipertanyakan
-
Jatuh Cinta Duluan, Ratu Rizky Nabila Awalnya Tak Tahu Pesulap Merah Punya Istri
-
Tolak Banyak Job, Al Ghazali Ingin Jadi Suami Siaga buat Alyssa Daguise
-
Pesulap Merah Murka Dituduh Abaikan Almarhumah Istri yang Berjuang Melawan Penyakit
-
Setelah Selingkuh dan Poligami, Video Insanul Fahmi Joget Bareng Teman Viral, Istri Ikut Nge-like