Suara.com - Musisi jazz senior Idang Rasjidi meninggal dunia pada Sabtu (4/12/2021). Dikenal sebagai salah satu musisi yang banyak dihormati, berikut fakta-fakta Idang Rasjidi.
Putranya, Shadu Rasjidi yang mengabarkan kabar duka tersebut melalui akun Instagram pribadinya, shadu_rasjidi.
"Innalillahi wa inailaihi rajiun, telah meninggal dunia Ayahanda kami tercinta Chaidar Idang Rasjidi, pukul 23.35 di RS Azra Bogor. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau semasa hidup dan mohon doa agar mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah. Amin. Selamat jalan pah," tulis Shadu sambil mengunggah potret sang ayah ketika masih hidup.
Sahabat Idang Rasjidi, Jilly Likumahuwa mengabarkan kalau jenazah Idang akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang. Untuk mengenang Idang Rasjidi, Matamata.com rangkum deretan fakta Idang Rasjidi di bawah ini.
1. Pianis
Pria bernama asli Chaidar Rasjidi ini dikenal sebagai musisi dengan kemampuannya memainkan piano. Bakatnya sebagai pianis ini terlihat ketika menjadi bagian dari kelompok musik Abadi Soesman Band di acara paket anak-anak TVRI. Di situlah, dia mulai terlihat warna musik jazz-nya.
2. Bergabung dengan beberapa grup musik
Perjalanan karier bermusik pria 63 tahun ini sudah sangat panjang. Dia bahkan sudah bergabung dengan beberapa grup musik selama ini. Mulai dari Abadi Soesman Band, Ireng Maulana Associate, The Galatic, Indra Lesmana - Idang Rasjidi Reformation Jazz hingga grup Trigonia.
Dia juga pernah membentuk Jakarta All Stars bersama Kiboud Maulana. Berbagai panggung jazz internasional juga sudah dicobanya.
Baca Juga: Jenazah Idang Rasjidi Bakal Dimakamkan di TPU Kampung Kandang
3. Solo Karier dan Karya
Pria kelahiran Pangkalpinang, Bangka Belitung ini juga sempat mengeluarkan album solo berjudul Heaven and Earth. Itu dirilis sekitar tahun 1996-an.
Kemudian yang kedua adalah album Jazzy Christmas bareng Margie Segers. Ada juga album Idang sendiri yakni Jazzy Piano.
4. Sakit Komplikasi
Sahabatnya, Jilly mengungkapkan kalau Idang menderita penyakit komplikasi serius. Setidaknya ada 6 penyakit berat mulai dari diabetes melitus, asam urat, ginjal, pengapuran di punggung, kurang leukosit, dan albumin atau protein darah kurang.
Idang bahkan disebutkan menjalani amputasi pada 2 Desember 2021. Tindakan itu dilakukan untuk mencegah menjalarnya penyakit gula menggerogoti tubuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Selain The Legend of Aang: The Last Airbender, Ini 7 Film yang Bocor Sebelum Resmi Dirilis
-
Deretan Fakta Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Izin Bodong hingga Korban Alami Trauma
-
Jadi Tersangka Kasus Pelecehan, Momen Irfan Hakim Dirukiah Syekh Ahmad Al Misry Kembali Disorot
-
Lagi Kurang Fit, Kim Seon Ho Minta Maaf Tak Bisa Bernyanyi di Fan Meeting Jakarta
-
Keteteran Urus Nikah Sendiri, El Rumi Sarankan Dul Jaelani Untuk Nikah di KUA
-
Aturan Ketat di Akad Nikah El Rumi dan Syifa Hadju, Tamu Dilarang Merekam Momen
-
Ucapan Menteri UMKM ke Finalis Puteri Indonesia 2026 Asal Papua Dikritik Tak Sensitif
-
Unggahan Ahmad Dhani di Hari Pernikahan El Rumi Bikin Geger, Postingan Ayah Maia Jadi Perbincangan
-
Ayah Kandung Ternyata Tak Hadir, Alasan Syifa Hadju Pilih Menikah Pakai Wali Hakim
-
Menantu Pemilik Daycare Little Aresha Dikuliti, Ternyata Kuliah LPDP di Australia