Suara.com - Ustaz Yusuf Mansur mendapat sejumlah cobaan di lini bisnis. Investasi saham hingga perusahaan Paytren yang dikelola mengalami masalah.
Sejumlah orang yang telah menanamkan modal di bisnis Ustaz Yusuf Mansur meminta pertanggungjawaban. Lelaki 45 tahun ini pun mengingat betul ucapan orang-orang pada dirinya tentang masalah ini.
"Transaksi enggak bisa, enggak jadi cair, duit gue hilang, wah semua ngomong papepapape," kata Ustaz Yusuf Mansur emosi di video yang dikutip dari akun Tik Tok @syamalifasa, Jumat (8/4/2022).
Tak hanya mereka yang meminta pertanggungjawaban, ada pula yang nyinyir mengenai bisnis Paytren sang ulama.
"'Heh Mansur, ngomong saham, saham, jangan saham, Paytren lu urusin!' Hehe, memang kita lagi ngurusin apa?" kata Ustaz Yusuf Mansur dengan intonasi meninggi.
Ustaz Yusuf Mansur akhirnya blak-blakan menyebut butuh dana triliunan untuk mengembangkan Paytren. Uang tersebut sebenarnya bisa ia dapatkan dari investor, tapi hal itu tidak dilakukannya.
"Bisa saya ajak ngomong Anda, butuh duit Rp 1 triliun buat mengerjakan Paytren?" kata ayah Wirda Mansur ini sambil menggebrak meja.
"Kalau saya terima, maka saya akan makin bermasalah hari ini!" ucapnya menambahkan.
Alih-alih mengemis pada orang-orang, Ustaz Yusuf Mansur memilih usaha sendiri. "Maka itulah saya ngamen, ngasih, demi apa? Demi anda semua, demi satu nama, paytren!" kata sang dai.
Sejumlah warganet lantas bereaksi atas viralnya video Ustaz Yusuf Mansur. Bahkan sampai ada menyebut sang ustaz mengalami stres di kolom komentar Instagramnya.
"Stres," kata seroang warganet.
"Ustaz jangan marah-marah, nanti puasanya batal," kata warganet lain.
"Ustaz, silakan beramal Rp 10 miliar. Insya Allah akan diganti jadi Rp 1 triliun sama Allah," komentar seoarng warganet.
Hingga kini Ustaz Yusuf Mansur belum memberikan tanggapan atas video viralnya. Ia hanya mengambil sikap membatasi kolom komentar di Instagram.
Berita Terkait
-
Viral Ustaz Yusuf Mansur Mau Beli YouTube dan Ganti jadi YouSufe, Dinar Candy: Halo BNN
-
'Jule' Julia Prastini Lulusan Pondok Pesantren Mana? Ternyata Ponpes Milik Ustaz Yusuf Mansur
-
Tawarkan Program Hafal Al Quran, Ustaz Yusuf Mansur Sarankan Jemaah Jual Rumah dan Mobil
-
Ustaz Yusuf Mansur Dulu Mondok di Mana? Viral Buka Jasa Kirim Doa Online Berbayar
-
Dari PayTren hingga Fatihah Berbayar, Ini 4 Kontroversi Ustaz Yusuf Mansur yang Gemparkan Publik
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Beauty in the Beast: Drakor Baru Moon Sang Min di Netflix, Lomon Jadi Manusia Serigala
-
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Kondisinya
-
'Rezeki Anak Saleh' Sindiran Pandji Pragiwaksono soal Tambang yang Bikin NU dan Muhammadiyah Murka?
-
Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol