Suara.com - Siva Aprilia membahas banyak hal menarik saat tampil di podcast Boris Bokir beberapa waktu lalu. DJ yang terkenal dengan penampilan seksi itu mengaku pernah tertipu cowok matre.
Ketika membahas kepribadian Siva Aprilia yang berasal dari Sunda, Boris Bokir menyelipkan beberapa guyonan nakal yang menjurus ke arah vulgar.
"Halus, lemah lembut atau kasar?" tanya Boris dikutip dari kanal YouTube KUY Entertainment.
"Aku kasar. Apa pun itu. Jambak, tampar, apa aja. (Tapi harus) kasar-kasar lembut. Kasarnya pakai perasaan," jawab Siva Aprilia.
Ketika ditanya kriteria pasangan yang disuka, Siva Aprilia mengaku kurang suka dengan cowok bule.
"Kurang. (Bule) bukan (tipe). Sekarang chinese atau pribumi," tutur perempuan 27 tahun ini.
Awalnya Siva Aprilia selalu melihat fisik. Namun dia kapok karena pernah berhubungan dengan lelaki dengan kelakuan minus di matanya.
"Kemarin banyak pengalaman, lebih ke fisik, harus gini harus gini harus gini, sudah nemu, fisiknya benar-benar tipe aku banget, tapi ternyata kelakuannya enggak cocok," imbuh Siva Aprilia, yang sempat viral gara-gara bagian dadanya tersenggol petarung MMA.
DJ asal Garut itu juga kapok karena pernah tertipu cowok matre yang hanya modal fisik alias mokondo.
Baca Juga: Interview: Siva Aprilia Berhenti Tampil Vulgar demi Penuhi Tuntutan Penggemar
"Terus, mok...." kata Siva tak melanjutkan ucapannya. "Modal konci doang," sambungnya sambil tertawa.
"Jadi kayak capek. Oh ternyata kita terlalu (fokus) ke fisik juga kalau kelakuannya kayak gitu, sakit juga ya," tutur Siva Aprilia.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan