Kembali lagi ke tesis, seperti apa proses pengerjaannya?
Ngerjain tesis ini lika-likunya Masya Allah banget. Perjuangan banget deh.
Seperti apa contoh perjuangan kamu menyelesaikan tesis?
Aku tuh sampai nggak tidur, sampai bergadang. Aku kan sidangnya juga lagi di tengah syuting striping. Jadi itu deg-degan banget. Untung bisa terlewati semuanya.
Berarti kamu kuliah plus mengerjakan tesis di lokasi syuting?
Iya, sambil, karena kuliahnya kan masih online ya. Jadi memudahkan juga. Kan bisa kuliah dari lokasi syuting. Jamnya tidak terlalu memakan waktu juga, seminggu cuma dua kali. Untungnya produser aku juga mau ngerti, jadi dikasih izin.
Tema penelitian apa yang kamu angkat untuk tesis?
Judulnya tentang hidup aku sih. Jadi tentang orang tua yang terpisah dari anak.
Proses pengerjaannya seperti apa? Kan kamu harus syuting juga?
Baca Juga: Interview: Zara Leola Soal Karier Hingga Privilege Jadi Anak Enda Ungu
Aku melakukan penelitian dan itu partisipannya lumayan banyak, hampir 80 orang. Itu beneran pakai G-Form dan aku sebar di media sosial. Alhamdulillah ya, power dari media sosial itu, jadi banyak partisipan yang dengan segenap hatinya ikut sampai akhirnya selesai penelitiannya.
Dasar penelitian kamu apa?
Aku mengukur dari psychological stress, kecemasan dan insomnia yang disebabkan perpisahan orang tua dari anaknya.
Membuat tesis dari pengalaman pribadi itu seperti apa? Tidak takut terbawa perasaan saat menulis?
Tesis kan memang kajian ilmiah ya, jadi satu kalimat yang ditulis saja itu harus berdasarkan penelitian. Nggak boleh subyektif, semua harus obyektif.
Berarti selama pengerjaan tesis, kamu bisa tetap obyektif?
Alhamdulillah bisa ya, karena penelitianku kan kuantitatif. Pas prosesnya juga pakai SPSS, jadi memang angka dan sistem yang berbicara, nggak mungkin dimanipulasi. Hasilnya terbukti ada.
Reaksi dosen pembimbing kamu bagaimana saat tahu kamu mengangkat tesis dari pengalaman pribadi?
Alhamdulillah dipermudah. Dosen-dosennya juga membimbing aku dengan sangat baik. Mereka sangat mendukung sekali dan terus memberikan aku support. Tapi mereka juga mengingatkan supaya jangan sampai bias. Walaupun ini masalah kamu, harus tetap obyektif.
Sekarang tesis kamu sudah selesai, kapan wisuda?
Wisudanya masih setahun lagi. Kalau di kedokteran itu istilahnya aku masih koas gitu. Aku lagi latihan untuk ke kliennya langsung. Jadi tesisnya selesai, terus jalan setahun lagi, baru nanti wisuda.
Sebelum lulus, apa yang kamu persiapkan untuk buka praktek sebagai psikolog?
Mendengar cerita orang itu kan butuh energi ya. Jadi yang harus aku pastikan, ketika mau menghadapi klien, aku harus dalam positive vibes. Secara mental juga aku harus dalam keadaan siap menerima omongan orang.
Maksudnya menerima omongan orang ini dalam artian apa?
Ya kan kalau orang cerita nggak enak pasti ada rasa nggak enak ke kita. Sebisa mungkin harus ngerasa objektif. Kalau memang dirasa lagi kurang siap, lebih baik dipending konsultasinya.
Sejauh ini, sudah sesiap apa kamu untuk buka praktek psikolog?
Ya doain saja, semoga dipermudah.
Berita Terkait
-
Interview Livy Renata: Pernah Bercita-cita Jadi Satpam hingga Berubah Lebih Tertutup Usai Berstatus Artis
-
Interview: Lika-liku Perjalanan Karier Cok Simbara yang Pernah Tak Digaji Usai Tampil di Teater
-
Interview: Jatuh Bangun Aliando Syarief Berkarier Jadi Artis, Alami Brain Washing Hingga OCD Akut
-
Interview: Tangisan Nia Ramadhani, Jatuh Bangun Hadapi Kasus Narkoba
-
Interview: Jodoh Masih Jauh, Chika Jessica Pilih Fokus Rawat Ibu yang Sakit Ginjal
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu
-
Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Bahlil Buka Suara Soal Ekspor Mineral Tertahan, Kandungan Logam Tanah Jarang Jadi Sorotan
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya