Suara.com - Komedian Abdel Achrian belum lama ini berduka. Putri sulungnya, Keissha Aliyya Wulandari meninggal dunia.
Kabar duka itu pun menarik simpatik beberapa warganet. Tidak hanya orang biasa, beberapa rekan artis pun turut menyampaikan berita duka cita tersebut.
Tak terkecuali komedian Komeng. Melalui media sosial pribadinya dia mengungkap berita dula cita untuk Abdel.
Namun Komeng kena sentil beberapa netizen karena ucapan duka citanya dibarengi dengan candaan. Lelaki berdarah Betawi itu dinilai kurang tepat menulis berita duka cita dengan dibarengi candaan.
Komeng pun mendapat banyak cibiran hingga disebut tidak memiliki rasa simpati. Di lain sisi ada yang membela Komeng dan menyebut itu adalah caranya untuk menghibur sahabat agar tidak larut dalam kesedihan.
Nama Komeng bahkan sempat trending di Twitter karena masalah itu, sampai membuat banyak orang kepo dengan sosoknya.
Penasaran dengan sosok Komeng? Berikut Rangkumannya.
Pemilik nama asli Alfiansyah Bustami ini lahir pada 25 Agustus 1970 di Jakarta. Awalnya Komeng yang berdarah Sunda-Betawi tidak bercita-cita menjadi pelawak melainkan dokter. Setelah besar pun cita-citanya justru menjadi sutradara dan ia bahkan telah diterima sebagai mahasiswa sinematografi di Institut Kesenian Jakarta walau ia tidak jadi berkuliah di sana.
Baca Juga: Sebelum Meninggal, Anak Abdel Achrian Sempat Operasi di Bagian Usus
Perjalanan Komen menuntut ilmu cukup berliku, sebab dirinya telah 3 kali berganti tempat kuliah. Setelah sempat tertunda Komeng akhirnya berhasil lulus dengan nilai skripsi A di STIE Tribuana pada Maret 2018 saat usianya tak lagi muda.
2. Kehidupan Pribadi
Komeng menikahi kekasih hatinya Aprilia Indra Dewi pada 24 September 1999 silam. Dari pernikahannya Komeng dan Aprilia dikarunia tiga orang anak kembar laki-laki dan perempuan. Masing-masing anaknya bernama Bagus Athallah Aldi, Ganteng Maritza Aldi, dan Cantika Alhayu Aldi.
Sayangnya putrinya Cantika pergi meninggalkannya lebih dulu untuk selamanya di usia 10 tahun. Cantika meninggal dunia karena saluran napasnya tertutup hingga menyebabkan batuk dan tersedak. Kepergian anak perempuannya masih menjadi kenangan pedih hingga sekarang.
3. Perjalanan Karier
Awal karier Komeng dimulai sebagai seorang penyiar radio. Sejak tahun 1993 sampai 1996 Komeng menjadi penyiar di Radio SK. Kemudian pada tahun 1996, Komeng siaran di Bens Radio. Komeng mencoba peruntungan sebagai pelawak dengan berpartisipasi dalam festival lawak. Pada tahun 1990 Komeng bersama Rudi Sipit, Jarwo Kwat, dan Mamo membentuk grup lawak Diamor. Tak disangka Diamor sukses menjadi juara festival lawak sebanyak lebih dari 10 kali.
Berita Terkait
-
Seminggu Ditinggal Temon, Abdel Akui Kenangan Lucu Kini Jadi Pengobat Rindu
-
Tak Bisa Dampingi Kepergian Temon, Abdel Achrian Titipkan Keluarga untuk Melayat
-
Temon Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Siang Ini, Jenazah Lebih Dulu Disemayamkan di GPIB Effatha
-
Meninggal karena Serangan Jantung, Temon Sempat Dilarikan ke RSUD Mampang
-
Rumah Ambruk, Diding Boneng Kini Numpang Hidup di Bekas Kediaman Komeng
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan