Suara.com - Rieka Roslan melarang The Groove menyanyikan lagu-lagu ciptaannya. Ini karena musisi 53 tahun itu tidak diperbolehkan lagi satu panggung dengan band terdahulunya tersebut.
Rieka Roslan sudah secara resmi mengirim surat pelarangan kepada The Groove sejak Desember 2022. Namun memang baru dirilis pelantun Khayalan ini ke publik pada 19 April 2023.
“ini sebagai konsekuensi logis ketika The Groove tidak bisa lagi satu panggung dengan saya. Sebagai pendiri dan pencipta lagu. saya pun melarang band saya membawakan lagu saya,” kata Rieka Roslan dalam video yang hadir di akun TikTok, @/trusno_one, Sabtu (22/4/2023).
Kekecewaan Rieka Roslan bukan hanya sekadar tidak diperbolehkan satu panggung. Melainkan juga surat yang diterima dari Event Organizer (EO) yang menyampaikan bahwa keputusan untuk tidak lagi satu panggung bersama The Groove, berasal dari band terdahulunya tersebut.
“Tentunya, saya punya harga diri yang terinjak. Jadi saya melarang lagu saya dibawakan The Groove,” ucap Rieka Roslan.
Awal mula masalah
Melalui laman Instagramnya, Rieka Roslan menjelaskan awal mula permasalahan dengan The Groove. Musisi kelahiran Sukabumi ini memiliki masalah dengan manajemen dan akhirnya memuncak di Maret 2022.
“Saya memberikan pilihan kepada teman-teman, manajer yang sekarang menjadi agensi. Manajemen kemudian dipegang kita sendiri dengan mas Reza menjadi leader agar bisa membenahi semua,” tulis Rieka Roslan.
Namun The Groove tetap memilih manajemen yang ada. Rieka Roeslan kemudian diminta untuk menyelesaikan masalah dengan manajemen.
Baca Juga: Perjuangkan Musik Anak, Rieka Roslan Bentuk Grup Vokal Svaragita
Rieka Roslan menempuh mediasi, baik bersama The Groove, manajemen hingga WAMI, badan kolektif untuk mengelola royalti dan performing rights.
“Karena tidak menemukan kesepakatan, keputusannya, tetap satu panggung tapi berbeda manajemen,” jelas Rieka Roslan.
Setelah keputusan tersebut, ada lima acara yang dijalankan. Meski berbeda manajemen, semua berjalan lancar.
Namun pada November 2022, terjadi hal yang menyinggung hati Rieka Roslan. “Ada pernyataan dari manajemen ke EO, menyatakan bahwa The Groove tidak bisa satu panggung lagi dengan saya,” tutur pelantun Dahulu ini.
Rieka menambahkan, “pernyataan ini tanpa pemberitahuan sebelumnya. Buat saya, ini sangat tidak profesional.”
Maka dari itulah Rieka Roslan melayangkan surat resmi kepada WAMI dan The Groove, yang isinya, band tersebut tidak boleh lagi menggunakan lagu ciptaannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL