Suara.com - Pernyataan Tio Pakusadewo di podcast Uya Kuya soal "permainan" di lapas membuat banyak pihak merasa panas kuping. Pernyataan Tio juga tidak bisa dianggap tidak main-main karena menyinggung institusi negara.
Seperti diketahui, dalam podcast Uya Kuya yang diunggah pada 29 April 2023, Tio Pakusadewo bicara banyak tentang hal yang mengejutkan dari dalam penjara. Salah satunya di dalam tahanan ada bandar narkoba, perlakuan pilih kasih terhadap yang berduit, hingga prostitusi.
Selain itu yang tak kalah mengejutkan, Tio Pakusadewo mengatakan kalau ada monopoli bisnis di dalam penjara. Pelakunya merupakan anak dari seorang menteri.
Pernyataan Tio Pakusadewo kemudian diramaikan oleh akun Twitter @PartaiSocmed. Akun tersebut kemudian mengatakan adalah anak Meteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, Yamitema Laoly bersama yayasannya, Jeera Fondatuon yang bermain dalam monopoli bisnis di penjara.
Meski Yasonna Laoly dan Karutan Cipinang telah membantahnya, tetapi keyakinan masyarakat akan ocehan Tio Pakusadewo belum terhapus.
Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Arjuna Putra Aldino ikut berkomentar tentang dugaan monopoli bisnis di lapas yang dijalankan anak Menteri Yasonna Laoly dengan yayasan Jeera Foundation.
Menurut Arjuna pernyataan Tio Pakusadewo soal adanya monopoli bisnis di dalam penjara harus dibuktikan.
"Sebuah usaha atau bisnis bisa disebut monopoli ada syaratnya, harus disertai pembuktian baik secara structural evidence (bukti struktural) maupun conduct evidence (bukti perilaku). Jadi ini harus dibuktikan," kata Arjuna kepada wartawan.
Menurut Arjuna, dalam bisnis di lapas seperti katering, koperasi, dan kepelatihan keterampilan biasanya memang diurus oleh sebuah yayasan.
Baca Juga: Bahas Bisnis Ilegal di Penjara, Uya Kuya Mulai Diserang: Selamat Datang Buzzer Bayaran!
"Sudah banyak bisnis yang bergerak di lapas, mulai dari katering, koperasi hingga pelatihan. Artinya pasarnya heterogen tidak bisa disebut monopoli. Kecuali hanya ada satu perusahaan beserta afiliasinya yang menghegemoni pasar tersebut," ujar Arjuna menjelaskan.
Menurut Arjuna, apa yang diucapkan Tio Pakusadewo seharusnya bisa dibuktikan. Ini penting karena kasus ini menjadi perhatian masyarakat luas dan menyangkut lembaga negara.
"Kalau tuduhannya monopoli silakan dibuktikan. Kan ada syaratnya. Misalnya menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar," imbuh Arjuna.
Berita Terkait
-
Bahas Bisnis Ilegal di Penjara, Uya Kuya Mulai Diserang: Selamat Datang Buzzer Bayaran!
-
Tio Pakusadewo Beberkan Bisnis Prostitusi di Lapas: Mereka Sudah Siap Tanpa Pakaian Dalam
-
Aghniny Haque Kerap Alami Ketindihan di Lokasi Syuting, Sampai Putuskan Pergi ke Psikolog
-
Tio Pakusadewo Ungkap Lapas Mati Lampu Tanda Bandar Narkoba Lagi Buka Lapak
-
Profil Tio Pakusadewo, Artis Senior yang Berani Ungkap Monopoli Bisnis di Dalam Penjara
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
MMKSI Optimistis Penjualan Mitsubishi XForce Capai Target di GIIAS 2026
-
Ironi Perayaan Kemerdekaan: Pejabat Pakai Anggaran, Warga Bayar Patungan
-
Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz
-
Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi
-
Lirik Lagu Honk! no na dan Maknanya yang Viral, Bawa Budaya Lokal ke Kancah Global
-
4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!
-
IHSG Bertahan di Level 6.200, MDKA Melonjak
-
Gajah Jovi Mati setelah Sebulan Dirawat Intensif di PLG Minas
-
Salah Kaprah Soal Independent Woman: Kemandirian yang Terjebak Bias Kelas
-
Timnas Indonesia di Ujung Tanduk, Mitchell Baker: Garuda Belum Habis!