Suara.com - Hukuman penjara terhadap Mario Dandy Satriyo dan dua pelaku penganiayaan lain terhadap Cristalino David Ozora tetap tak cukup adil bagi Jonathan Latumahina.
"Nggak lah," ungkap Jonathan Latumahina di tayangan Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (14/6/2023).
Sejak awal proses hukum dimulai, Jonathan Latumahina sudah dibuat sakit hati. Ia menyoroti perlindungan kepada AGH sebagai pelaku anak yang terkesan berlebihan.
"Kita warga negara ini kan dicreate untuk selalu makan hati. Kita harus menerima bahwa di kasus hukum ini, pelaku anak banyak menerima perlindungan. Lembaga yang melindungi luar biasa," tutur Jonathan Latumahina.
Jonathan Latumahina menganggap para pengadil seakan lupa bahwa Cristalino David Ozora selaku korban juga masih berstatus di bawah umur.
"Lupa yang bikin undang-undang ini, korban juga anak. Anak gue itu masih anak, masih di bawah 18 kan masih anak," ujar Jonathan Latumahina.
Jonathan Latumahina dikecewakan lagi dengan vonis 3,5 tahun penjara untuk AGH. Pertimbangan status AGH sebagai pelaku anak lagi-lagi membuat salah satu pengurus GP Ansor itu merasa Cristalino David Ozora diperlakukan tidak adil.
"Hukuman yang diterapkan juga karena anak, maka setengahnya. Ya gue mau nuntut apa kalau itu sudah maksimal?" kata Jonathan Latumahina.
"Gue ini anggota Banser yang dibaiat untuk mematuhi peraturan undang-undang di negara ini, termasuk semua turunannya," sambung lelaki yang identik dengan tatonya.
Dengan penegakan hukum yang menurutnya setengah-setengah dan tidak akan pernah memberikan keadilan bagi Cristalino David Ozora, Jonathan Latumahina menegaskan bahwa hukum rimba tetap jadi jawaban terbaik untuk menyembuhkan luka.
"Adil itu kalau si Mario juga gue bikin koma. Itu baru adil," ucap Jonathan Latumahina dengan nada sedikit meninggi.
Sebelumnya dalam wawancara lain, Jonathan Latumahina sudah sempat menegaskan bahwa ia siap menunggu Mario Dandy Satriyo sampai keluar penjara untuk mencari keadilan menurut versinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
DMS+ Rayakan Ulang Tahun Lewat "Ruang Tamu", Siap Luncurkan Film Hingga Konten Horor di TikTok
-
Deretan Film Horor yang Akan Diparodikan di Scary Movie 6, Ada Nominasi Oscar
-
Puasa Belum Genap Seminggu, King Nassar Sudah Siapkan THR hingga Baju Lebaran
-
Lagi Asyik Jalan-Jalan di Grand Indonesia, Lisa BLACKPINK Nyaris 'Nyusruk'
-
Sempat Berniat Laporkan Mawa ke Komnas Anak, Insanul Fahmi Kini Diizinkan Temui Buah Hati
-
Siap-siap! Variety Show Legendaris The Traitors Bakal Hadir di Indonesia
-
Viral Guru Bule Nangis Lihat 4 Bocah SD Salat di Ruangannya: Ada Simfoni yang Indah
-
Jaga Citra Polisi, Kasus Kematian Kurt Cobain Tak Akan Dibuka Lagi
-
Sinopsis Getih Ireng, Baru Menyusul Puncaki Daftar Terpopuler Netflix Hari Ini
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Phantom Lawyer, Yoo Yeon Seok Jadi Pengacara yang Bisa Melihat Hantu