Suara.com - Hanung Bramantyo sukses membuat film Miracle In Cell No. 7. Terbukti dengan perolehan jumlah penonton yang mencapai 5 juta orang.
Kendati sukses secara angka penonton, Hanung Bramantyo tetap mendapat kritik dari sejumlah orang. Terutama soal busana aparat negara, hakim hingga pejabat instansi.
"Mereka bilang, ‘baju polisi gak kayak gitu, pangkatnya salah, baju hakimnya juga salah warna, itu bukan baju hakim pidana, tapi hakim agama. Dsb.’," kata Hanung Bramantyo di Instagram, Kamis (15/2/2024).
Ternyata Hanung Bramantyo bukan tidak sengaja melakukan kesalahan tersebut. Sebaliknya, suami Zaskia Adya Mecca ini sudah memperhitungkan detail dari peran tersebut.
"Saya sengaja bikin salah. Karena kalau itu benar, autentik, saya bisa dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik jika saya menampilkan pejabat, polisi, hakim yang bejat," tutur sutradara 48 tahun ini memaparkan.
Sambil berkelakar, Hanung Bramantyo mengatakan, "Mending saya dihujat, dianggap gak riset, daripada saya duduk di kursi terdakwa."
Hanung Bramantyo mengakui, susah membuat film yang berurusan dengan aparatur negara ini di Indonesia.
Warganet yang membaca alasan Hanung Bramantyo memberikan pujian kepada sang sutradara. Bagi mereka, ini menjadi trik cerdas untuk mengamankan diri.
"Wahhh teori yang menarik," kata Riza Pahlevi.
Baca Juga: Sudirman Said: Pemilu Kita Banyak Masalah, Film Dirty Vote Bukan Fitnah
"Oalaah jadi itu pov producer. New insight!"
"Kerja cerdas, begitulah di sata pohon tinggi, akan ada banyak angin yang mulai menjatuhkan. Lebih baik pohon itu tidak terlalu tinggi supaya anginnya sepoi-sepoi," ucap yang lain.
Sebagai gambaran, Miracle In Cell No.7 mengisahkan Dodo (Vino G. Bastian) yang dituduh membunuh seorang anak pejabat, Willy (Iedil Dzuhrie Alaudin).
Dengan kekuasaan yang dimilikinya, Willy menegaskan bahwa Dodo harus dihukum mati apa pun yang terjadi sebagai bentuk balas dendam atas kematian anaknya.
Berita Terkait
-
Ditonton 8 Juta Kali, Film Dirty Vote Tak Dimonetisasi
-
Selain Dirty Vote, Ini Daftar Film Dokumenter Besutan Dandy Dwi Laksono yang Tak Kalah Kontroversial
-
Usai Nyoblos Jokowi Respons Soal Heboh Film Dirty Vote, Begini Katanya
-
Perankan Cewek Garang di Film Ali Topan, Lutesha Nekat Belajar Motor Kopling Bintaro-Jakarta
-
8 Potret Moon Sang Min di Wedding Impossible, Jadi Pewaris Konglomerat yang Cerdas dan Tampan
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur