Suara.com - Vicky Prasetyo kaget sekaligus kecewa setelah dituduh menipu kontraktor. Ia menyebut isu tersebut sudah berdampak psikis ke anak-anak, yang mulai tidak mau berangkat ke sekolah.
"Lihat-lihat juga lah. Saya tidak sendiri, masih ada anak-anak saya, orang tua saya. Hari ini juga salah satu anak saya tidak mau masuk sekolah," ungkap Vicky Prasetyo di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (4/3/2024).
Di sekolah, salah satu anak Vicky Prasetyo mulai jadi korban perundungan teman-temannya setelah sang ayah dituding menipu. Ia tak mau terus-terusan menanggung malu atas pemberitaan tentang ayahnya.
"Demi Allah, putri saya, terganggu banget karena di sekolah dipojokkan dengan ini. Sedih saya," kisah Vicky Prasetyo, yang sekilas tampak hampir menangis.
Faktor psikis anak juga yang kemudian jadi pertimbangan Vicky Prasetyo mengambil sikap atas beredarnya isu tersebut. Sang artis tak mungkin tinggal diam saat tahu anak-anaknya mulai bereaksi dengan pemberitaan negatif ayah mereka.
"Permasalahan ini sudah sampai ke hati anak-anak saya, maka dari itu akan sangat saya perjuangkan," tegas Vicky Prasetyo.
Menggandeng pengacara Sunan Kalijaga, Vicky Prasetyo rencananya akan membuat laporan balik setelah meluruskan kabar penipuan terhadap kontraktor.
"Ini jelas sangat merugikan klien kami. Jadi apakah kami akan mengambil langkah hukum, tentunya harus. Kami akan laporkan dugaan adanya pencemaran nama baik," kata Sunan Kalijaga.
"Alasannya jelas. Apa yang disampaikan oleh pihak mereka tidak berkesesuaian dengan bukti yang ada," sambung Sunan.
Baca Juga: Bantah Menipu Rp1,8 Miliar, Vicky Prasetyo Blak-blakan soal Perjanjian Kerja Sama
Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan laporan diajukan. Vicky Prasetyo masih butuh berdiskusi dengan tim manajemen soal kemungkinan mengambil langkah hukum atas tuduhan tersebut.
"Nanti akan dibicarakan dulu dengan manajemen. Tapi kalau misal besok Mas Vicky bilang ke saya mau lapor, saya bisa laporkan," ucap Sunan Kalijaga.
Sebagaimana diberitakan, Vicky Prasetyo dilaporkan atas dugaan penipuan ke Polres Karawang pada 2 Maret 2024.
Dalam laporan, Vicky Prasetyo diklaim enggan membayar biaya pembangunan proyek lapangan mini soccer dan jalan beton di kawasan Tanjung Pura, Karawang, Jawa Barat ke pihak kontraktor yang meneken kerja sama. Padahal, proses pengerjaan sudah mencapai 50 persen dan diperkirakan menghabiskan dana Rp1,8 miliar.
Sempat tak berkomentar, Vicky Prasetyo kini buka suara soal tuduhan penipuan tersebut. Ia menunjukkan poin-poin kesepakatan dalam kerja sama dengan pihak kontraktor, yang salah satunya membahas soal teknis pelunasan dari pihak Vicky.
"Kami punya kesepakatan kalau sudah selesai, baru ada pembayaran. Tidak ada dalam klausul atau perjanjian apa pun yang saya harus membayar setiap progres perkembangan, misalnya termin atau apa, itu tidak ada," jelas Vicky Prasetyo.
Berita Terkait
-
Baru Diketahui setelah 16 Tahun Terpisah, Pertemuan Vicky Prasetyo dengan Anak Berawal dari DM Instagram
-
Wajah Bak Pinang Dibelah Dua, Vicky Prasetyo Bertemu Anaknya Usai 16 Tahun Berpisah, Publik: Dasar Penebar Benih
-
Vicky Prasetyo Akhirnya Bertemu Putranya Setelah 16 Tahun Pisah: Anak dari Ibu yang Mana?
-
Malu Vicky Prasetyo Suka Godain Perempuan, Sang Putri Sampai Rahasiakan Identitas Ayahnya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung
-
GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026