Suara.com - Prilly Latuconsina sadar industri film menjadi salah satu bisnis yang menjamur di Indonesia. Hal tersebut membuat aktris sekaligus produser itu mulai memperhatikan kesejahteraan rekan seprofesinya.
Salah satunya adalah Prilly Latuconsina meminta menaikkan status aktor dari pekerja buruh menjadi pekerja profesional. Alasannya adalah dia ingin jam kerja penggiat film lebih diperhatikan.
Gagasan tersebut sang aktris sampaikan langsung ke hadapan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
"Kebetulan juga saya tadi habis meeting sama Pak Menteri untuk mendorong UU Ketenagakerjaan Aktor, meliputi jam kerja dan juga aktor sebagai profesi profesional karena sekarang ini aktor profesinya masih buruh," kata Prilly Latuconsina saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2024).
Bintang film "Budi Pekerti" itu juga menjelaskan kejadian yang terjadi di lapangan. Kata Prilly Latuconsina, banyak aktor yang mempertaruhkan kesehatannya demi menggarap proyek film.
"Masih banyak banget aktor-aktor di luar sana yang syutingnya 24 jam, nggak tidur karena harus syuting, terus mungkin mengalami beberapa kejadian sakit atau apa," ucap Prilly Latuconsina.
"Tapi tidak bisa tertolong karena waktu produksinya sebentar, sedikit, nggak bisa ada tambahan hari sehingga saat sakit (namun) harus tetap syuting," katanya menyambung.
Karena hal itu, aktris 27 tahun itu berharap dengan adanya kerja sama dari pihak pemerintah agar permintaan ini bisa terwujud.
"Nah itu bagaimana kita menaggulanginya. Makanya tadi pagi saya meeting sama Pak Meteri Menparekraf untuk mendukung program kami untuk kesejahteraan aktor," tuturnya.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Malas Klarifikasi saat Diterpa Isu Miring, Netizen Justru Sentil Icha Annisa
"Semoga bisa didukung sama pemerintah sehingga Indonesia ini sistem industrinya bisa lebih baik daripada sebelumnya dan siapapun yang bekerja di industri film bisa sejahtera," kata dia lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan