Suara.com - Nama ustaz Maulana sedang hangat dibicarakan publik pasca muncul dalam konten Viniar kanal YouTube Volix Media baru-baru ini.
Dalam konten itu, ustaz Maulana menyinggung status duda yang diperolehnya selepas sang istri, Nur Aliah, meninggal dunia 5 tahun lalu karena kanker usus.
"Di awal istri saya meninggal, saya itu membentuk Kementerian dalam rumah tangga karena anak saya di Makassar, saya di Jakarta," kata ustaz Maulana.
Pemilik nama asli Muhammad Nur Maulana itu mengungkap, dirinya menyerahkan urusan parenting kepada pihak keluarga istri.
"Bapak istri saya itu Menteri Agama, ngurusin pelajaran agama anak saya. Ibunya istri saya, saya angkat jadi Menteri Kesehatan. Jadi kalau anak sakit, dia yang tanggung jawab," sambung ustaz Maulana, dikutip pada Jumat (12/4/2024).
BACA JUGA: 5 Tahun Jadi Duda Usai Istri Meninggal, Ini Alasan Ustaz Maulana Belum Menikah Lagi
Perihal itu, sejumlah netizen turut memberikan respons dan komentar yang beragam. Sebagian netizen memuji prinsip ustaz Maulana yang enggan menikah kembali selepas ditinggal istri wafat.
"Beliau salah satu ustaz yang bisa dicontoh. Saat ada beberapa ustaz poligami, beliau fokus membesarkan anak-anak," tulis seorang netizen.
BACA JUGA: 8 Potret Ustaz Maulana Momong Anak, Single Parent yang Penuh Suka Cita
"Ustaz lain, istri masih hidup banyak yang beristri lagi. Ustaz Maulana, istri meninggal lama banget belum ada nyari istri lagi," ucap netizen lain.
Untuk informasi tambahan, ustaz Maulana sebelumnya sudah mengungkap alasan dirinya tak kembali menikah pasca ditinggal wafat sang istri.
"Gini, kalau skala lima tahun itu saya anggap itu waktu belum lama. Karena untuk mendapatkan beliau (istri) pun, itu 15 tahun. Itu 15 tahun baru saya dapat (menikah)," ucap ustaz Maulana dalam talkshow Rumpi.
Menurut ustaz Maulana, dirinya ingin fokus membesarkan anak-anaknya alih-alih menikah kembali dengan perempuan baru.
"Jadi sekarang ini saya lebih fokus untuk membahagiakan anak-anak. Karena yang ditinggalkan, kan, ada empat," ujar ustaz Maulana.
Berita Terkait
-
Dikira Harganya Seribuan, Ternyata Cokelat yang Dimakan Ameena Impor dari Luar Negeri
-
3 Fakta Menarik soal Cokelat Payung Favorit Ameena, Ternyata Diimpor Langsung dari Portugal
-
Tak Melulu Mahal, Tas Gemas Ameena Nur Atta Ini Tak Sampai Rp 50 Ribu: Tetap Cocok dan Stylish!
-
Ternyata Buatan Portugal, Segini Harga Cokelat Payung Favorit Ameena yang Sering Dikasih Kris Dayanti
-
Cerita Hidayat Nur Wahid Aktif di Pramuka Sejak SD: Sayang Sekali Kalau Benar Dihapus
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Telkomsel Hadirkan Halo Optima, Nikmati Kuota Hingga 300 GB dan Beragam Hiburan Premium
-
Bukan Manja, Ini Alasan Anak Muda Terjebak Doom Spending
-
4 Bedak Padat Terbaik untuk Kulit Berminyak Menurut Review Pembeli
-
Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat BRILink Agen, Sosok di Sumatera Utara Ini Jadi Inspirasi
-
BBM Langka Bikin Ekonomi Warga Sumut Terancam Lumpuh
-
Kursumawati Bawa Semangat Inklusi dan Literasi Keuangan ke Serbalawan Bersama AgenBRILink
-
BRI Apresiasi BRILink Agen Berprestasi, Kursumawati Bawa Pulang All-New Yaris
-
Ngeri! Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Banyak Kendaraan Rusak Parah
-
Lewat AgenBRILink, Kursumawati Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Serbalawan