Suara.com - DJ Angger Dimas membawa kabar baru dari proses pengusutan kematian putranya, Raden Andante Khalif Pramudityo atau Dante. Namun, informasi yang kini disampaikan bukan kabar baik.
Lewat sebuah unggahan di Instagram, Rabu (29/5/2024), Angger Dimas mengeluhkan soal belum adanya kepastian tentang jadwal sidang kasus kematian Dante.
“Saya hanya ingin menyampaikan, sudah hampir 6 bulan kepergian anak saya dengan cara yang tidak wajar, namun proses peradilan sangat sulit (bagi saya pribadi dan keluarga),” ujar Angger Dimas.
Padahal, Angger Dimas sudah mengambil libur panjang sejak Januari untuk mengawal pengusutan kematian Dante.
“Saya menunggu relaas untuk persidangan, tapi belum juga kunjung tiba. Saya sudah libur kerja dari Januari, dan banyak kehilangan di satu periode ini,” kata Angger Dimas.
Angger Dimas kini mempertanyakan apakah kasus kematian Dante mulai dilupakan karena sudah tidak viral lagi. Namun, tidak ada pernyataan lebih lanjut dari Angger terkait sikapnya atas dugaan lambatnya penanganan kasus Dante.
“Jika teman-teman bertanya apa kabar kasus ini, saya pun juga bertanya demikian. Padahal jelas, anak saya diambil nyawanya dengan sadis, tapi apakah #JusticeForDante masih diperhatikan? Pegiat hak asasi? Sekarang ada di mana?,” tutur Angger Dimas.
Keluh kesah Angger Dimas mendapat respon dari beberapa pengguna Instagram. Ada yang menandai akun Hotman Paris Hutapea dan Uya Kuya untuk membantu Angger memburu keadilan untuk Dante.
Ada juga pengguna Instagram dengan nama akun @dwiyudiastyn12_real yang menyemangati Angger Dimas untuk tetap mengawal kasus kematian Dante.
Baca Juga: Kena Teror Usai Dante Meninggal, Tamara Tyasmara Sampai Pakai Jasa Bodyguard
“Terus berjuang bang, buat Dante,” tulis pemilik akun tersebut.
Sebagaimana diketahui, Dante meninggal dunia usai berenang bersama kekasih Tamara Tyasmara, Yudha Arfandi di kolam Taman Air Tirtamas, Pondok Kelapa, Jakarta pada 27 Januari 2024. Sempat diduga kecelakaan, rekaman CCTV menunjukkan adanya upaya Yudha untuk sengaja mencelakai Dante.
"Pelaku membenamkan korban ke dalam kolam sebanyak 12 kali, dengan durasi waktu yang bervariatif. Antara lain 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik, 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, dan 26 detik. Percobaan yang terakhir dilakukan selama 54 detik," jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra dalam giat rilis beberapa waktu lalu.
Bukan cuma berusaha menenggelamkan, Yudha Arfandi juga beberapa kali melakukan gerakan untuk menghalau Dante saat ingin menepi ke pinggiran kolam.
"Setiap korban mau menggapai ke tepian kolam, tersangka terus menarik badan korban maupun kaki korban agar terus berenang. Tersangka melakukan hal tersebut kurang lebih empat kali," terang Wira Satya Triputra.
Yudha Arfandi kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya setelah ditangkap pada 9 Februari 2024. Yudha yang awalnya dikenakan dugaan kelalaian, kini terancam pidana mati atas kekerasan terhadap anak hingga pembunuhan berencana.
Berita Terkait
-
Kasus Pembunuhan Dante Anak Tamara Tyasmara Segera Disidangkan
-
Peringati 100 Hari Meninggalnya Dante, Tamara Tyasmara: Aku Selalu Merindukanmu
-
Ngaku Diteror, Tamara Tyasmara Sebut Keluarga Yudha Arfandi Kekurangan Akhlak
-
Kena Teror Usai Dante Meninggal, Tamara Tyasmara Sampai Pakai Jasa Bodyguard
-
Ibunda Angger Dimas Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker Rahim Stadium 4
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati
-
Kiai Ashari Suruh Korban Telan Sperma, Ini Tujuannya
-
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng
-
Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
-
Film Pesta Babi Tentang Apa? Pemutarannya Dibubarkan Kampus Unram Bikin Mahasiswa Geram
-
Dari YouTube ke Layar Lebar, Sara Wijayanto Angkat Kisah Horor 'Cerita Lila' ke Bioskop
-
Yuni Shara Rayakan 35 Tahun Berkarya Lewat Konser Megah 3553 Concert di Surabaya
-
Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!
-
Pro Kontra Foto Anniversary Luna Maya dan Maxime Bouttier: Nilai Seni vs Menyimpang