Suara.com - Penangkapan Pegi Setiawan atas kasus pembunuhan Vina dan Eky ikut disorot Sauri, salah satu pemilik warung di dekat lokasi kejadian. Ia mengaku tidak pernah melihat Pegi sebelumnya.
“Nggak pernah lihat saya,” ungkap Sauri di kanal YouTube politisi Dedi Mulyadi, Sabtu (1/6/2024).
Sauri kenal baik dengan beberapa terpidana seperti Eko Ramdhani, Jaya hingga Hadi Saputra. Mereka sering berkumpul di depan rumah kontrakan Sauri setiap malam.
“Mereka itu kalau malam suka ngobrol sama saya. Nongkrongnya kan di kontrakan saya,” jelas Sauri.
Seingat Sauri, tidak pernah ada sosok Pegi Setiawan di perkumpulan tersebut. Kalau memang pernah melihat Pegi, Sauri pasti ingat seperti apa wajahnya.
“Makanya pas lihat mukanya Pegi, saya juga nggak tahu,” kata Sauri.
Sauri sendiri juga tidak yakin kalau para terpidana yang ia kenal merupakan pelaku tindak kejahatan. Setahu Sauri, nama-nama yang ia sebut di atas bukan anggota geng motor.
“Saya nggak pernah lihat mereka pakai atribut XTC atau apa, tapi kalau di belakang saya seperti apa, saya nggak tahu,” terang Sauri.
Bahkan kata Sauri lagi, mereka suka membantu salah satu pedagang sayur di dekat kediamannya sebelum berangkat ke pasar.
Baca Juga: 65 Pengacara dari Berbagai Wilayah Bakal Dampingi Pegi Setiawan, Dibayar Berapa?
“Saya itu kan kalau ke pasar jam 2. Kalau tidur, takut kebablasan. Jadi karena mereka sampai jam 2 itu masih nongkrong, mereka sering bantuin naikin sayuran tetangga saya, yang jualan di Pasar Kuningan,” jelas Sauri.
“Kan sayurannya biasanya sampai rumah tetangga saya jam 1 atau jam 2. Nah, mereka kalau lagi nongkrong, suka bantuin naikin,” lanjutnya.
Sauri pribadi menyatakan siap memberikan kesaksian di depan penyidik yang menangani kasus Vina dan Eky kalau memang diperlukan. Ia merasa masih ada yang harus diluruskan dari perkara tersebut.
“Kalau untuk kebaikan, ya kenapa nggak (memberikan kesaksian)?,” tandas Sauri.
Berita Terkait
-
Tak Jual Rokok, Pemilik Warung Ragukan Kesaksian Aep Lihat Pegi Setiawan Saat Aniaya Vina dan Eky
-
Beda dari Pegi Setiawan, Eks Terpidana Kasus Vina Ungkap Ciri-Ciri Sosok di Foto yang Disodorkan Polisi
-
Kepolosan Paman Pegi Kasus Vina Cirebon: Jujur Pernah Bayar PSK hingga Urusan Ranjang
-
Eks Terpidana Saka Pernah Disodorkan Foto Pegi Setiawan oleh Polisi, Wajahnya Beda dengan yang Ditangkap
-
Pegi Setiawan Jadi Korban Salah Tangkap Kasus Vina Cirebon? Ini Kata Hotman Paris
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Persija Jakarta Buka Suara Terkait Isu Pendaftaran IPO di Bursa Efek Indonesia
-
30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!
-
Ramai Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Pilih Bungkam soal Kematian Sutrimo
-
Spekulasi Perry Warjiyo Mundur karena Purbaya, Airlangga: Saya Nggak Paham
-
Juminten Edan Nantang Rumus Lama Horor Indonesia yang Bergantung pada Gore
-
5 Rekomendasi Toko Sepeda Online Tepercaya di Indonesia, Koleksinya Lengkap
-
Ayah dan Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV
-
Tren Rumah Makin Personal, Setiap Sudut Hunian Kini Dirancang Sesuai Gaya Hidup Penghuninya
-
Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan
-
Pohon Besar Tiba-tiba Ambruk di Lokasi Kerusuhan Matraman, Timpa Tenda Pedagang