Entertainment / Gosip
Kamis, 06 Juni 2024 | 08:10 WIB
Melaney Ricardo. [Instagram]

Suara.com - Melaney Ricardo mengaku tak paham kenapa banyak komentar yang menyebutnya aura maghrib. Presenter kenamaan Indonesia ini sampai mencari tahu artinya di Google.

"Serius ya, gue itu mau nanya sama orang-orang di TikTok, yang suka komen, nih cewek auranya maghrib. Itu maksudnya apa sih?" ujar Melaney Ricaardo, mengaku akun TikTok-nya, Rabu (5/6/2024).

Ibu dua anak itu penasaran dengan makna aura maghrib karena saat live TikTok banyak yang meninggalkan komentar tersebut.

"Karena waktu gue live sama Lusi, pagi, jam 8 sampai jam 9 pagi di TikTok, banyak tuh yang ngomong, wah kulitnya coklat, mukanya putih," ujar istri Tyson Lynch ini.

Melaney Ricardo menjelaskan bahwa penampilannya terlihat demikian karena kulitnya terkena sunburn saat liburan di Bali.

Setelah mencari di Google, perempuan 43 tahun ini menemukan jawaban sekaligus nama Fujianti Utami yang sering dikaitkan dengan aura maghrib.

"Yang keluar, aura maghrib itu katanya adalah kata-kata yang diperuntukkan untuk cewek-cewek berkulit gelap, berkulit hitam," tutur ibu dua anak ini.

"Terus salah satunya juga keluar nama Fuji. Gue enggak ngerti. Konotasi gue mungkin karena Fuji itu kulitnya juga coklat," imbuh Melaney.

Melaney Ricardo tak bisa memahami kenapa di era maju seperti sekarang masih ada orang-orang yang berpikiran sempit tentang standar kecantikan.

Baca Juga: Sering Ditawari Main Sinetron, Chloe Anak Melaney Ricardo Ogah Jadi Artis

"Hari gini, tahun 2024, masih ada tuh orang-orang yang mengkategorikan kalau cewek kulit coklat itu ibaratnya satu level di bawah cewek-cewek yang kulitnya lebih putih atau terang," kata Melaney.

Melaney Ricardo [Intens Investigasi]

Jika hal ini terjadi di era 90-an atau 2000-an, Melaney Ricardo bisa memaklumi lantaran dulu standar kecantikan perempuan dinilai dari warna kulit.

"Cuma kan sekarang dengan era TikTok, media sosial, diversity (perbedaan) kecantikan, stereotip tentang cantik kan sudah berubah. Orang lebih open minded kalau kulit coklat pun bisa kelihatan cantik," tandasnya.

Menurut Melaney Ricardo, cantik itu harus sehat, serta datang dari berbagai bentuk dan warna.

"Jadi gue bingung, di era tahun 2024, di tengah media sosial masih marak, masih ada orang yang mengkategorikan cantik itu harus kulitnya yang terang, harus yang putih. Kalau misal kulitnya gelap, coklat, lo aura maghrib, lo ini, lo itu," ujar Melaney.

"Yuk belajar untuk menghargai bahwa kecantikan itu datangnya dari berbagai bentuk, dan dengan berbagai warna, dan tidak pada satu stereotip tertentu," kata Melaney, mengajak publik agar tidak body shaming.

Load More