Suara.com - Jennifer Coppen masih dirundung duka setelah kematian suaminya, Dali Wassink di Bali. Kendati begitu, banyak teman-temannya yang hadir saat pemakaman dan menyemangati ibunda dari Kamari Sky tersebut.
Bahkan teman-temannya seperti Marsha Aruan dan juga Syifa Hadju menyempatkan ke Bali untuk bertemu Jennifer. Tak hanya bertemu Jennifer Coppen, Marsha Aruan dan Syifa Hadju pun bertemu dengan Kamari.
Ada momen ketika keduanya menggendong Kamari Sky di sela-sela pertemuannya. Baik Marsha dan Syifa disorot oleh publik sejauh keduanya menggendong bayi yang berusia hampir 1 tahun itu.
Terlepas dari beda cara keduanya menggendong anak Jennifer Coppen, tak sedikit yang mencari tahu bagaimana latar pendidikan Marsha Aruan dan Syifa Hadju. Berikut ulasannya.
Marsha Aruan
Perempuan yang lahir di Jakarta, 24 Oktober 1996 ini menempuh pendidikan SD dan SMP dan SMA di kota yang sama.
Lulus dari jenjang menengah atas, Marsha Aruan melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah dengan mengambil jurusan bisnis di Universitas Bina Nusantara (Binus).
Marsha lulus pada 2021 yang saat itu masih dalam kondisi Covid-19. Ia pun melakukan sidang secara online.
Syifa Hadju
Baca Juga: Digendong Rebecca Klopper, Reaksi Kamari Langsung Jadi Omongan Warga
Pemilik nama lengkap Syifa Safira Nuraisah Hadju ini baru melanjutkan kuliahnya pada 2023 lalu. Mengutip laman PDDikti, Syifa Hadju mengambil jurusan Hubungan Internasional (HI) di Universitas Pelita Harapan (UPH).
Perempuan kelahiran 13 Juli 2000 ini masih melanjutkan pendidikannya dan belum lulus.
Pemeran film ini juga masih disibukkan dengan kegiatan syuting dan beberapa agenda di dunia hiburan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri