Suara.com - Kisah menarik terungkap dari Rano Karno jelang Pilgub DKI Jakarta. Ia ternyata punya jasa besar untuk mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
Diceritakan sendiri oleh Sutiyoso, nama Bang Yos yang melekat pada dirinya selama menjabat sejak tahun 1997 hingga 2007 merupakan buah pemikiran Rano Karno.
"Nama Bang Yos yang kasih ya Si Doel ini," ungkap Sutiyoso, dalam sebuah video yang diunggah akun X resmi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jumat (6/9/2024).
Cerita bermula saat Rano Karno dan beberapa pemain sinetron Si Doel seperti Mandra dan Maudy Koesnaedi, ikut mengantar Sutiyoso pindahan ke rumah dinas Gubernur di awal masa jabatannya.
Saat itu, Sutiyoso meminta usulan Rano Karno soal nama panggilan yang cocok.
"Sebutan Bang Yos itu, memang pada waktu itu Pak Sutiyoso bertanya kepada saya. Itu waktu kami mengantar pindahan dari rumah Pangdam Jaya ke rumah gubernur," kenang Rano Karno.
Awalnya, Sutiyoso melempar ide ke Rano Karno berupa sebutan Bang Yoso untuk dirinya selama memimpin Jakarta.
"Beliau panggil saya, 'Doel, aku bagusnya dipanggil apa? Bang Yoso?'," kisah Rano Karno.
Namun oleh Rano Karno, usulan Sutiyoso direvisi. Ia mempersingkat nama panggilan Sutiyoso jadi Bang Yos, agar sarat akan unsur Betawi.
Baca Juga: Rano Karno Sapa Warga di Pasar Muara Karang, Langsung Dimintain Ini
'Kagak ada, Bang, kalau Bang Yoso di Betawi. Abang cocoknya Bang Yos'," terang Rano Karno.
Ide Rano Karno sempat diragukan Sutiyoso. Ia merasa nama panggilan Bang Yos terlalu singkat.
"Kata beliau, 'Pendek amat?'," beber Rano Karno.
Namun, Rano Karno meyakini nama Bang Yos jadi identitas yang paling cocok bagi Sutiyoso selama memimpin Jakarta. Benar saja, nama itu melekat dalam diri Sutiyoso sampai saat ini.
"Pendek, tapi mantap," ucap Rano Karno.
Berita Terkait
-
Kelakar Rano Karno Soal Maudy Mundur dari Timses:' Jangan-jangan Nggak Mau Bantuin karena Ada Sarah'
-
Dari Bang Yos hingga Ahok, Rano Karno Jalin Silaturahmi dengan Mantan Penguasa Jakarta
-
Jadi Ketua Tim Pemenangan, Rano Karno Bongkar Skill Cak Lontong di Dunia Politik: Jangan Underestimate!
-
Diteken Sekjen DPR, Rano Karno Resmi Resign dari Senayan Demi Ikut Pilkada Jakarta
-
Rano Karno Mau Sowan ke Ahok Lalu Anies, Tampung Ide Bagaimana Lanjutkan Kesinambungan Jakarta
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV