Suara.com - Penjemputan paksa Laura Meizani alias Lolly oleh Nikita Mirzani berbuntut panjang. Sang kekasih, Vadel Badjideh ikut mengamuk.
Saat proses penjemputan terjadi, Lolly sempat menghubungi Vadel untuk mengadu. Namun, ponsel Lolly akhirnya diambil dan dipegang Nikita Mirzani, ibu kandungnya.
Vadel Badjideh lantas berkomunikasi dengan Nikita Mirzani. Saat itu, Vadel yang emosi pun memanggil Nikita Mirzani dengan julukan nenek peyot.
"Jadi kemarin Handphone-nya Lolly itu dipegang sama kak Niki, diambil kak Niki, terus itu laki telepon, ngatain kak Niki ngomong "Lu dimana lu nenek peyot" gitu," kata asisten Nikita Mirzani, Mail, dalam live TikTok, dikutip dari akun @racunnkeranjang, Jumat (20/9/2024).
Tak hanya itu, Vadel Badjideh juga bersikap kasar ke Nikita Mirzani. Lelaki berusia 19 tahun itu mengaku bakal memukuli ibu tiga anak tersebut.
"'Lu kalau ketemu gue, gue gebukin lu'," imbuh Mail menirukan Vadel.
Nikita Mirzani pun menyahut dengan santai. Ia menantang Vadel untuk menemuinya di Polres, namun tak diindahkan.
"Terus udah gitu kak Niki bilang, 'yaudah lo ketemu gue ayo sini di polres', (dijawab Vadel) 'kalau ketemu nggak di polres bisa nggak?', masa nawar," lanjut Mail sambil meledek.
Baca Juga: Vadel Badjideh Disebut Ancam Bunuh Nikita Mirzani Sekeluarga, Rekaman Sudah Dikantongi
Sebagai informasi, Nikita Mirzani telah melaporkan Vadel Badjideh ke Polres Jakarta Selatan. Saat ini, kepolisian tengah memproses laporan polisi terhadap Vadel Badjideh atas dugaan persetubuhan dan aborsi.
Kisruh antara Nikita Mirzani dan Lolly kembali timbul usai dugaan Lolly hamil dan aborsi. Isu tersebut pertama kali dimunculkan oleh Nikita Mirzani.
Namun, hingga sekarang Lolly masih bersikeras membantah tuduhan hamil dan aborsi tersebut. Senada dengan Lolly, Vadel juga membantah hal tersebut dan mengaku ia hanya menjaga Lolly selama ia ditelantarkan ibunya.
Saat Lolly dijemput paksa, Niki sempat berkomunikasi dengan Vadel Badjideh. Di situ lelaki tersebut menantang akan datang ke Polres Metro Jakarta Selatan, namun tak kunjung datang.
Terkini, Vadel Badjideh sudah mendapuk Razman Arif Nasution sebagai kuasa hukumnya. Hal itu disampaikannya melalui postingan Instagram.
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Berjuang di Balik Penjara: Kasusnya di MA Ternyata Bukan Pemerasan, Tapi ITE?
-
Kunjungi Rutan Pondok Bambu, Rieke Diah Pitaloka Ungkap Kondisi Nikita Mirzani DropJelang Lebaran
-
Kasasinya Ditolak, Nikita Mirzani Sebut Ada yang Janggal
-
Tuntut Keadilan, Nikita Mirzani Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo dari Balik Jeruji
-
Kabar Buruk untuk Nikita Mirzani, Tetap Dihukum 6 Tahun Penjara
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Robert De Niro Bakar Semangat Jutaan Warga AS di Jalan: Tidak Ada Raja Trump!
-
Haji Faisal Tegas Tolak Reza Arap, Diingatkan Netizen: Jodoh Itu Cerminan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Sinopsis Yohanna: Pergulatan Batin Sang Biarawati di Sumba Timur
-
Film The Hostage's Hero: Aksi Nyata TNI AL Bebaskan Sandera di Selat Malaka
-
Video Clara Shinta Labrak Suami: Bahas Video Call Sex hingga Tak Pernah Beri Nafkah
-
Bintangi Para Perasuk, Angga Yunanda Kesulitan Bersihkan Cat Manusia Silver
-
Antara Teror dan Tawa: Film Tiba-Tiba Setan Siap Tayang 16 April 2026
-
Peran SBY di Nama Anak Kedua AHY dan Annisa Pohan, Terinspirasi Gelar Raja Mataram
-
Nikita Mirzani Berjuang di Balik Penjara: Kasusnya di MA Ternyata Bukan Pemerasan, Tapi ITE?