Suara.com - Momen istri Irwan Mussry, Maia Estianty, mengibarkan bendera finis dalam ajang balap MotoGP Mandalika sedang hangat dibicarakan publik.
"Sebuah kehormatan bisa mengibarkan bendera finish di MotoGP," tulis akun @maiaestiantyreal, dilansir pada Senin (30/9/2024).
Dalam akun Instagram pribadinya, Maia Estianty menceritakan pengalaman pertama kali mengibarkan bendera finis MotoGP. Dia mengaku gugup hingga overthingking dapat menunaikan tugasnya.
"Aku senang banget karena bisa berpartisipasi dalam acara MotoGP yang ditonton sedunia. Sebelum naik itu deg-degan, kayak, 'Aku bisa nggak ya ngibarin bendera itu? Apakah berat? Apakah bakal meleset?'" kata Maia Estianty.
Kendati gugup, mantan istri Ahmad Dhani itu sukses menunaikan tugasnya sebagai pengibar bendera finis MotoGP di Sirkuit mandalika.
Ketika pembalap MotoGP asal Spanyol Jorge Martin melintasi garis akhir, ibunda El Rumi tersebut mengibarkan bendera finis tanpa dibantu Marshal.
Dari unggahan yang beredar, Maia Estianty tampil dalam balutan busana daster motif bunga. Dia tampak energik saat mengibarkan bendera finis.
Lantaran mendapat privilege mengibarkan bendera finis di Sirkuit Mandalika, Maia Estianty ditodong warganet perihal syarat menjadi pengibar bendera finis.
"Bun kalau ngibarin begini, ada syarat khusus nggak? Misalnya score TOEFL berapa? IPK berapa? Bisa menguasai excel atau apa gitu? Jadi pengin," tulis seorang netizen.
Maia Estianty mengungkap, alasan dirinya bisa didapuk sebagai pengibar bendera finis di Sikurit Mandalika adalah karena bantuan orang dalam.
"Yang penting punya suami, sih. Dan jalur orang dalam," kata Maia Estianty.
Untuk informasi, Irwan Mussry adalah CEO Time International, sebuah perusahaan yang mengelola toko ritel untuk merek-merek terkemuka di bidang fesyen, jam tangan, dan perhiasan.
Tisset merupakan salah satu brand yang ikut dikelola dan jadi sponsor utama MotoGP.
Maka tak heran, Irwan Mussry juga mendapat kesempatkan mengalungi medali untuk pembalap MotoGP Mandalika.
Berita Terkait
-
Tegang di Sebelah Ahmad Dhani, Beda Sikap Syifa Hadju saat dengan Irwan Mussry Ramai Disorot
-
Syarat Kibarkan Bendera Finish di MotoGP seperti Maia Estianty: Habis Puluhan Juta sampai Butuh Orang Dalam?
-
Dituding Haus Spotlight saat Selfie di Podium MotoGP, Ingat Lagi Dulu Menpora Dito Nyempil Foto Juara All England
-
Lama Tinggal dengan Maia Estianty, Adab Dul Jaelani di Depan Ahmad Dhani Jadi Sorotan Sujiwo Tejo
-
InJourney Libatkan 3.000 SDM Lokal Pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024, Presiden Jokowi Berikan Apresiasi
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan
-
Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Pegadaian Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Inovasi Keuangan Inklusif
-
5 Daftar HP Baterai 8000mAh+ Terbaik 2026: Tipis, Gahar, dan Tahan Berhari-hari!
-
Big, Buku Anak yang Mengingatkan Bahaya Body Shaming Sejak Dini
-
Bukan Pajeon Biasa! Ini 5 Fakta Menarik Padakjeon, Pancake Korea Tinggi Protein yang Lagi Viral
-
Ogah Tebak Skor Jelang 'El Clasico', Pramono: Saya Berdoa dalam Hati Persija Menang Melawan Persib
-
Mal Berpagar Tinggi Simbol Krisis Kepercayaan, Negara Dinilai Gagal Lindungi Rakyat dan Pengusaha
-
Digagalkan! 300 Butir Obat Terlarang dan Sabu Nyaris Masuk Lapas Kelas I Semarang