Suara.com - Bio One mendapat tantangan besar di film terbarunya, Sampai Nanti, Hanna! yang tayang 5 Desember 2024. Ia diminta memainkan karakter Gani, lelaki berpembawaan tenang yang sangat berbeda jauh dari kesehariannya.
"Saya sebenernya orangnya red flag, tapi dapet karakter green flag," ungkap Bio One dalam sesi jumpa pers di kawasan Senopati, Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Bio One sendiri awalnya tertarik mengambil tawaran main di film Sampai Nanti, Hanna! bukan karena tertantang memerankan karakter yang berbeda jauh dari kepribadiannya. Ini karena dia diiming-imingi syuting di luar negeri.
"Pertama kali ditawarin film ini, katanya ke luar negeri," kisah Bio One sambil tertawa.
Ternyata, karakter yang Bio One perankan tidak kebagian jatah syuting di luar negeri. Hanya Ibrahim Risyad dan Febby Rastanty yang diminta syuting di Belanda, mengikuti kebutuhan cerita.
"Nggak tahunya, karakter gue nggak ke luar negeri. Jadi gue dibohongin. Pas gue lihat skenario, gue nggak ada ke luar negeri," tutur Bio One.
Ada nada penyesalan dari Bio One karena mengambil karakter yang tidak kebagian jatah syuting di Belanda. Harusnya, ia mengambil tokoh yang dimainkan Ibrahim Risyad.
"Iya, salah karakter," kata Bio One.
Baca Juga: Adu Pendidikan Rizki Natakusumah vs Bio One, Beby Tsabina Lebih Pilih Anak Politisi Ketimbang Aktor
Namun selepas jumpa pers, Bio One meluruskan bahwa keluhannya soal tidak diajak syuting ke Belanda hanya lelucon. Aktor 26 tahun mengaku juga tidak antusias kalau harus ke luar negeri untuk bekerja.
"Nggak, nggak kecewa. Itu bercanda doang. Gue kalau ke sana maunya jalan-jalan, nggak mau kerja," ucap Bio One.
Sambil bercanda lagi, Bio One menyatakan bahwa dirinya juga lebih menikmati suasana di Indonesia daripada Belanda.
"Indonesia udah paling top. Di sana nggak ada warung es. Kalau haus, nggak bisa beli es teh. Di sana juga nggak ada Rp5 ribu, adanya 5 Euro," celoteh Bio One.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Film Drama, Film Agape Mengajarkan Arti Cinta Tanpa Syarat yang Sesungguhnya
-
Baru Tayang di Netflix! Lawmen: Bass Reeves Angkat Kisah Mantan Budak Jadi Legenda Penegak Hukum
-
Duka Sunyi di Balik Mata Bocah Enam Tahun: Menyelami Kedalaman Film Summer 1993
-
Review Film Home Sweet Home: Menonton Kenyataan Pahit Profesi Caregiver di Denmark
-
Kabar Duka, Ayah Artis Bio One Meninggal Dunia
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati