Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Rabu, 16 September 2026 | 09:16 WIB
Ilustrasi ekonomi. Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Data Kementerian Pariwisata memperlihatkan 105 event mampu menarik 6,47 juta pengunjung serta menghasilkan perputaran uang Rp1,09 triliun hingga Juli 2026.
  • DKI Jakarta mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,52 persen serta mendatangkan 9,86 juta total wisatawan pada semester pertama 2026.
  • Konser YE di Stadion GBK pada Oktober 2026 diproyeksikan menarik ribuan wisatawan mancanegara dari 73 negara.

Suara.com - Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu mesin penggerak utama perekonomian nasional. Industri pertunjukan dan hiburan dinilai mampu memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi pendapatan negara maupun masyarakat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kegiatan pariwisata berbasis event atau event tourism memiliki peran strategis dalam menggerakkan mata rantai ekosistem pariwisata nasional.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Kementerian Pariwisata mencatat telah mendukung 105 gelaran yang terdiri dari event internasional, nasional, daerah, hingga MICE sukses menarik lebih dari 6,47 juta pengunjung.

"Kajian dampak kami menunjukkan bahwa penyelenggaraan event-event ini telah melibatkan lebih dari 11.000 UMKM serta 184.000 pekerja seni dan komunitas, dengan perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun. Hal ini menegaskan bahwa event internasional berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi yang melampaui acara itu sendiri," ungkap Widiyanti, Rabu (16/9/2026).

Sebagai pusat kegiatan ekonomi dan industri kreatif nasional, DKI Jakarta menjadi salah satu barometer utama kesuksesan agenda pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Jakarta mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,52 persen pada triwulan ini—berada di atas rata-rata nasional—serta menorehkan angka investasi tertinggi di Indonesia dan menyumbang 16,15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pada semester pertama 2026, Jakarta berhasil mendatangkan 8,82 juta wisatawan nusantara dan 1,04 juta wisatawan mancanegara. Ini meningkat 8,17 persen dibandingkan tahun lalu.

Untuk menjaga tren positif itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh mendukung integrasi sarana transportasi publik dan infrastruktur pendukung event global.

"Jakarta terus kami kembangkan menjadi kota global. Pemerintah daerah memberikan dukungan dan hadir untuk memberikan kemudahan pada acara-acara internasional demi mendorong perekonomian," kata Pramono.

Salah satu momentum besar yang siap menguji dan mendongkrak ekosistem music tourism Indonesia adalah konser YE Live in Jakarta 2026 yang akan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Dipilihnya Indonesia sebagai satu-satunya destinasi di kawasan Asia Tenggara dan Oseania dalam tur YE (Kanye West) tahun ini terbukti langsung menggerakkan arus ekonomi internasional. Dalam 24 jam pertama penjualan tiket, sebanyak 52,8 persen pembeli berasal dari 73 negara.

Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, mengungkapkan bahwa lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara diproyeksikan membanjiri Indonesia, mulai dari Australia, Singapura, AS, Inggris, Jerman, hingga Selandia Baru.

"Wisatawan mancanegara yang datang tidak hanya menghabiskan uang untuk tiket atau berada di dalam stadion, tetapi juga membutuhkan akomodasi, transportasi, kuliner, dan belanja selama di Jakarta. Banyak dari mereka yang juga melanjutkan perjalanan wisata ke destinasi lain seperti Bali, Yogyakarta, dan Solo. Di situlah music tourism menggerakkan perekonomian lokal dan nasional," papar Karen.

Karen menambahkan, konser ini juga akan menghadirkan Globe Stage yakni konsep panggung 360 derajat yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton dari berbagai area.

"Festival maupun seated categories akan memiliki perspektif dan energi masing-masing. Jadi, ini bukan hanya tentang menonton YE tampil di Jakarta, tetapi tentang merasakan sebuah pengalaman konser berskala global di GBK," lanjutnya.

Dari sisi ekosistem industri, sekitar 4.600 tenaga kerja diproyeksikan terlibat dalam berbagai fungsi penyelenggaraan konser ini, mulai dari produksi panggung, keamanan, F&B, logistik, ticketing, hingga pemasaran.

Keterlibatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi tenaga profesional dan talenta lokal untuk bekerja dalam produksi berskala internasional serta berkolaborasi dengan tim global.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com