Hal tersebut yang seakan dibangun oleh Tumpal untuk membangun karakter Mama sangat protektif kepada Johan.
Cinta dalam Berbagai Wujud
Crocodile Tears juga mengeksplorasi berbagai jenis cinta dan hubungan."Memang setiap karakter punya niche, punya keinginan yang menjadi pilihan hidup mereka di hidup ini," kata produser Crocodile Tears, Mandy Marahimin.
Dalam film ini, cinta hadir dalam bentuk yang beragam. Cinta seorang ibu yang posesif, cinta romantis yang tumbuh antara Johan dan Arumi, hingga cinta yang mendalam terhadap kehidupan itu sendiri.
Menariknya, meski konflik utama melibatkan kehamilan, Mandy mengutarakan bahwa filim ini tidak terlibat dalam perdebatan pro-life versus pro-choice.
"Bukan soal pro-life pro-choice, tapi lebih ke karakter itu mau apa sih, apa yang mau dia dapatkan dalam hidupnya dia," jelasnya
Pendekatan ini membuat film terasa lebih jujur dan relevan dengan realitas, di mana setiap orang memiliki pilihan hidup yang unik dan kompleks.
Marissa yang memerankan Mama mengungkapkan bahwa sebetulnya film ni mencoba untuk menampilkan karakter manusia yang sebetulnya dalam keseharian.
"Kami ingin mencoba untuk menampilkan karakter yang sebetunya sama seperti kita semua. Yang saya maksud adlaah kita nggak hitam putih, kita itu individu-individu yang sangat kompleks," ujar Marissa
Baca Juga: Pendidikan Bernadya yang Borong 3 Piala di AMI Awards 2024, Pernah Ambil Jurusan Film
"Ngomongin cinta saja itu bisa banyak macam definisinya. Jadi sebetulnya Mama, Arumi, dan Johan itu hanya tiga dari manusia-manusia yang ada di bumi ini. Kompleks, ambigu, abu-abu. Abu-abu pun warnanya banyak ada yang terang, agak gelap, yang gelap banget. Jadi ya kalau misalnya itu dianggap impactfull. Kalian merasakan sesuatu atau bahkan menemukan diri kalian dari karakter yang ada, ya jadi kami senang," sambungnya.
Marissa juga mengambil pelajaran dengan memerankan karakter Mama. Dari mata Mama cinta sendiri artinya harus memiliki di awal, tapi lama-lama akan berubah.
"Kalau dari mata Mama cinta itu memiliki, harus memiliki di awal, tapi mungkin itu lama-lama berubah karena usaha untuk menggenggam seperti ini (mengepal tangan) menyakitkan. Ini aja kita genggam sakit lama-lama karena kukunya menusuk telapak tangan. Apa harus dilepas, digenggam atau di tengah-tengah. Kalau itu cinta dari Mama," beber Marissa.
Sedangkan Zulva, yang memerankan Arumi, menganggap cinta itu adalah perjuangan hidup. Baik itu berjuang dari Mama, dan anak yang ada di kandungannya.
"Buat Arumi cinta itu ya survive. Survive dari Mama, tapi survive untuk anaknya yang dia pilih. Maksudnya pilihan dia untuk mempertahankan anaknya," jelas Zulva.
"Ya menurut aku cinta yang luar biasa. Seorang ibu yang dia menghadapi ibu juga dari pasangannya. Itu bentuk cinta yang macam-macam, tapi tetap ibu," tegasnya.
Film Crocodile pun mendapatkan apresiasi yang tinggi dari penonton yang hadir. Buktinya di akhir film, seisi studio memberikan tepuk tangan meriah.
Salah satu penonton bernama Ivan dari Jakarta yang rela ke Yogyakarta demi menonton premier Crocodile Tears menjelaskan cukup emosional setelah menyaksikan film tersebut.
"Saya kurang tahu pasti mengenai obyektif tentang sutradanya ini mau menyampaikan apa tepatnya, tapi jika dia berniat untuk membuat para penontonnya berpikir untuk memaknai apa arti cinta, kasih terlebih cinta ibu-anak dan anak kepada istrinya," jelas Ivan saat ditemui usai pemutaran film.
"Maka menurut saya berhasil setidaknya bagi saya, karena saya juga cukup terganggu setelah nonton film itu. Cukup membuat saya untuk kembali memaknai dan merenungi apa si arti cinta itu," tambahnya.
Nah, bagi kalian yang ingin menyaksikan Crocodile Tears, film ini sudah dimasukkan agar bisa tayang di Cinema XXI pada tahun 2025.
"Kami mohon doanya, kami sudah submit ke XXI dan sedang menunggu kabar dan semoga bisa tayang di bioskop tahun depan," tutup Mandy.
Berita Terkait
-
Ulasan Sabtu Bersama Bapak, 3 Masa Pelajaran Hidup Vino G Bastian
-
JAFF MARKET Resmi Ditutup dengan Pengumuman Pemenang Awards: Salah Satunya Film Reza Rahadian!
-
Review Film ATM Errak Error: Ketika Cinta di Uji dengan Materi
-
Byun Yo Han dan Jung Yu Mi Dikabarkan Bintangi Film Romcom, 'Hectic Love'
-
Sinopsis Film 'Sampai Nanti, Hanna!', Dinamika Kisah Cinta Anak Era 90-an
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL