Suara.com - Pandangan Kyai Haji Achmad Chalwani Nawawi, pemilik pondok pesantren An-Nawawi soal Gus Miftah kembali menjadi sorotan di tengah ramainya perbincangan soal pemilik pondok pesantren Ora Aji Yogyakarta tersebut.
Jauh sebelum Gus Miftah jadi perbincangan akibat kata-katanya yang kasar, KH Achmad Chalwani pernah menyinggung ada seorang ulama yang sangat pandai berbicara di Yogyakarta.
"Itu di Jogja juga ada orang pinter pidato, bicaranya pinter banget," kata KH Achmad Chalwani.
Namun, KH Achmad Chalwani mengatakan ulama tersebut justru kurang pandai dalam membaca tulisan Arab alias mengaji. Kemudian, pemilik pondok pesantren An-Nawawi mengatakan orang tersebut adalah Gus Miftah.
"Tapi, kalau baca Arab pada keliru. Terkenal banget orangnya, Gus Miftah Jogja itu," ujarnya.
Menurutnya, orang awam mungkin saja mengira Gus Miftah adalah sosok yang berilmu agama. Namun, seorang kyai lebih paham mana orang yang pandai mengaji dan hanya pandai berbicara.
Hal ini membuat KH Achmad Chalwani heran, karena Gus Miftah cukup sering diundang untuk pengajian. Karena itu, dirinya meminta semua orang untuk berhati-hati dalam mengikuti sebuah pengajian.
"Orang bodoh tahunya orang itu alim, tapi kyai kan paham kalau dia baca Arab pada keliru-keliru. Padahal dipanggil ngaji di mana-mana, makanya kalau ikut ngaji yang hati-hati," jelasnya.
KH Chalwani mengaku dirinya juga sudah pernah mengingatkan bahwa sekarang ini banyak sekali orang yang pandai berceramah, tetapi tidak bisa mengaji.
Baca Juga: Diduga Patok Tarif Ceramah Rp 75 Juta, Momen Gus Miftah Samber Amplop Tuai Sorotan
"Makanya saya waktu di Jakarta terang-terangan orang khotbah itu hebat menerangkannya. Tapi, ketika membaca tulisan Arab itu banyak yang keliru," ujarnya.
Berita Terkait
-
Diduga Patok Tarif Ceramah Rp 75 Juta, Momen Gus Miftah Samber Amplop Tuai Sorotan
-
Hubungan Fuji dan Aisar Khaled Diramal, Hasilnya Bikin Publik Kesal
-
Tetangga Kasihan Lihat Gus Miftah Dihujat: Gara-gara Diolok-olok Abah Kan Jadi Dapat Uang
-
Bukan Anak Kyai, Gus Miftah Pernah di-Kick dari Grup WhatsApp Para Gus
-
Haji Faisal Maklumi Fuji Nge-vape Diam-Diam: Yang Penting Enggak Terlalu Vulgar
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Nonton Taken Lagi Malam Ini: Misi Liam Neeson Selamatkan Putrinya dalam Waktu 96 Jam
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama