Suara.com - Aktor muda berbakat, Chicco Kurniawan tengah menjadi perhatian publik lewat film terbarunya, "1 Kakak 7 Ponakan." Kisah hidupnya di balik layar juga tak kalah disorot.
Film yang diadaptasi dari sinetron populer tahun 1996 ini mengisahkan tentang Moko, seorang arsitek muda yang tiba-tiba harus menjadi wali bagi tujuh keponakannya.
Dalam "1 Kakak 7 Ponakan," Chicco mendalami karakter Moko yang kompleks. Moko digambarkan sebagai sosok yang terhimpit dalam kondisi "generasi sandwich," di mana dia harus menanggung beban keluarga di usia muda.
Menariknya, karakternya ini menjadi refleksi bagi Chicco Kurniawan dalam memaknai kasih sayang dan komunikasi dalam keluarga. Chicco mengaku bahwa tanggung jawab yang diemban Moko mencerminkan pergulatan pribadinya.
Melalui Moko, Chicco belajar untuk lebih mengerti dan menyayangi keluarganya. Meskipun belum tentu bisa bertindak seperti Moko, dia berharap dapat mendekati cara pandang dan pola pikir tokoh tersebut.
Perjuangan Hidup di Balik Layar
Di balik kesuksesannya di dunia perfilman, Chicco Kurniawan menyimpan kisah hidup yang penuh perjuangan, tak jauh berbeda dari karakter Moko.
Aktor kelahiran 1994 ini harus berjuang menghadapi kondisi ibunya yang mengidap skizofrenia sejak dia masih SMP. Situasi semakin sulit ketika ayahnya berpisah dan membangun keluarga baru.
Untuk bertahan hidup, Chicco Kurniawan bekerja sebagai penjaga warnet. Meskipun ayahnya masih membantu membiayai sekolah, Chicco harus memenuhi kebutuhan sehari-harinya sendiri.
"Jadi, biaya sekolah dibayarin. Tapi sisanya, kayak ongkos, makan, ya gue yang usaha. Waktu itu kerja di warnet," ungkapnya saat tampil di podcast Daniel Mananta belum lama ini.
Baca Juga: Deleted Scene Film Sonic the Hedgehog 3 Terungkap: Jim Carrey Jadi Streamer
Dari Penjaga Warnet hingga Aktor Peraih Piala Citra
Siapa sangka, dari penjaga warnet, Chicco Kurniawan kini dikenal sebagai salah satu aktor berbakat sekaligus aset industri perfilman Indonesia.
Chicco dikenal lewat perannya dalam film "Posesif" dan film pendek "Pria." Puncaknya, dia meraih Piala Citra 2021 sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik berkat aktingnya yang memukau dalam film "Penyalin Cahaya."
Sejak saat itu, kariernya semakin melejit. Chicco membintangi berbagai film hits, seperti "13 Bom di Jakarta," "Kupu-Kupu Kertas," "Heartbreak Motel," dan yang terbaru "1 Kakak 7 Ponakan."
Kisah hidup Chicco Kurniawan tentunya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Jangan lupa, "1 Kakak 7 Ponakan" sudah bisa disaksikan di bioskop terdekat.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Mengenal Kutukan Pulung Gantung dalam Film Pulung Gantung Pati Ngendat
-
Luka yang Nggak Terlihat dalam Film A Real Pain
-
7 Rekomendasi Film Vampir di Netflix, Ada Horor hingga Action
-
Review Film Ad Vitam, Realita Suram Sistem Keamanan Negara yang Korup!
-
Ulasan Film 'Primbon', Horor Mitologi Jawa yang Gak Ramai Penampakan
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Jennifer Coppen Buka Suara Soal Tudingan The Connell Twins Tentang Artis J yang Suka 'Digilir'
-
Dibela Ferry Irwandi, Beredar Jejak Digital Bigmo Ngaku Korupsi Viewers
-
Rayakan Long Weekend Imlek 2026: Ini Daftar Film Terbaru di Bioskop yang Wajib Ditonton
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Umumkan Sekuel, Ini Sinopsis Pelangi di Mars Film Sci-Fi Indonesia Pertama dengan Teknologi XR
-
Jadi Juri, Ardhito Pramono Ungkap Kriteria Icon Sejati di Audisi The Icon Indonesia
-
Review The Art of Sarah: Akting Shin Hye Sun Brilian, Tapi Plotnya Banyak Celah
-
Dianggap Pilih Kasih, Geni Faruk Tanggapi Panggilan Cucu Kesayangan untuk Anak Thariq Halilintar
-
Nonton Hemat di CGV Pakai ShopeePay, Diskon Rp20 Ribu Sampai Akhir Bulan
-
Menembus Batas Thriller, Film Lift Sajikan Aksi Silat Lidah hingga Ambisi Penguasa