Suara.com - Tamara Tyasmara mengenang almarhum putra tunggalnya, Raden Andante alias Dante yang sudah satu tahun meninggal dunia.
Pilu paling berat dirasakan Tamara ketika berulang tahun ke-30 pada 23 Januari lalu. Di ulang tahunnya kali ini, tak hadir lagi Dante yang biasanya paling semangat menyambut pertambahan umur sang ibu.
"Biasanya kalau ulang tahun, dia (Dante) yang paling repot, apalagi kalau ada paket," ujar Tamara Tyasmara saat ditemui usai acara tahlil satu tahun meniggalnya Dante di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2025).
"Teman aku kan suka ngirim cake, dia nungguin di depan pagar, kayak kalau ada bel dia pasti lari bawa kuenya ke dalam. Makanya kemarin pas ada kue datang benar-benar berasa banget bahwa Dantenya sudah nggak ada," ujarnya lagi seraya menangis.
Selain di momen ulang tahun, Tamara juga selalu merindukan anaknya di setiap momen. Sang aktris tak pernah bisa lupa kebiasaannya membuatkan sarapan untuk Dante, mengantar bocah itu ke sekolah, hingga membelikan oleh-oleh saat ke luar kota.
"Semua momen dong karena semua momen sama anak itu kayak momen apa ya nggak bisa dilupakan. Apapun itu setiap momen, kayak antar sekolah. Bikinin sarapannya," ungkap Tamara.
"Kebiasaan nyiapin makanan, beliin jajanan. Apalagi kalau pergi ke luar kota, kan biasa aku beli oleh-oleh ya, itu sih yang belum bisa hilang dari aku," tambahnya.
Meski berat, mantan istri Angger Dimas tersebut tetap berusaha mengikhlaskan Dante. Dia juga ingin arwah anaknya tenang di alam sana.
Baca Juga: Satu Tahun Ditinggal Dante, Tamara Tyasmara Masih Berat Mengikhlaskan
"Dibilang ikhlas ya belum ikhlas, gimana ya aku juga bingung jelasinnya. Tapi mau nggak mau harus ikhlas sih, apalagi sudah setahun kan, ya pengin Dante bahagia di sana insya Allah. Di sini pelan-pelan akunya belajar ikhlas," imbuhnya.
Sebagai informasi, Dante meninggal dunia karena tenggelam pada 27 Januari 2024 di kolam renang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Polisi kemudian menetapkan Yudha Arfandi, kekasih Tamara Tyasmara, sebagai tersangka. Menurut polisi, Yudha membenamkan Dante sebanyak 12 kali di dalam kolam sedalam 1,5 meter.
Namun selama diperiksa, Yudha mengaku hal tersebut merupakan bagian dari latihan pernapasan Dante.
Sementara, di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Yudha Arfandi menghabisi nyawa Dante lantaran dendam dengan ibunda Tamara, Ristya Aryuni, akibat hubungan mereka tak direstui.
Yudha Arfandi didakwa Pasal 340 KUHP atas pembunuhan berencana dan diputus hukuman 20 tahun penjara. Yudha sempat mengajukan banding, namun ditolak oleh Pengadilan Tinggi.
Berita Terkait
-
Paradoks Kekerasan dan Agama dalam Film In the Hand of Dante
-
5 Film Netflix Terbaru Juni 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
-
Gantung Sepatu, Dante Kini Resmi Tangani Tim Akademi Bayern Munich
-
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
-
Tayang Juni 2026, Netflix Akhirnya Akuisisi Film In the Hand of Dante
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Lagu Baru Luqman Podolski 'Ayah' Ungkap Sisi Kelam Hubungan Keluarga yang Jarang Dibicarakan
-
Bukan Algoritma, Ini Sosok 'Pemain Baru' di Balik Lagu Viral TikTok yang Perlu Kamu Tahu
-
FORESTRA 2026 Umumkan Line Up Tahap Kedua, Hadirkan Perpaduan Musik dan Keindahan Alam