Suara.com - Usai Maia Estianty, kini giliran Hotman Paris yang nimbrung huru-hara skincare. Bedanya, Hotman Paris terang-terangan mengirim pesan kepada Doktif.
Alih-alih meminta Doktif berhenti mengulas produk skincare lokal, Hotman menyarankan agar Doktif mencoba produk-produk asal China.
"Coba review produk-produk luar negeri terutama dari China. Dari China banyak benar kosmetik, banyak benar," ujar Hotman Paris baru-baru ini.
Namun bagian yang paling menarik terjadi ketika Hotman meminta Doktif untuk mengulas produk minuman yang ada di tangannya. Pasalnya, minuman tersebut terasa manis meski diklaim 'zero sugar'.
"Manisnya tidak beda dengan yang ada gulanya. Kalau tidak ada gula, kok bisa manis? Tolong Dokter Detektif di-review ya," pinta Hotman Paris.
Hotman pun mengutarakan simpatinya kepada kawan-kawan pemilik skincare yang dikenalnya. Konon, mereka yang produknya diulas oleh Doktif berakhir merasa stres.
"Jangan cuma skincare yang kamu review. Kasihan teman-teman aku, aduh, sudah pada stres kau bikin," lanjut Hotman menerangkan alasannya.
Meski dinilai berniat baik, pernyataan dari Hotman Paris ini membuatnya menjadi sasaran perkuliahan dari warganet. Satu di antaranya datang dari pengguna akun TikTok @biolivia.official.
Dilansir pada Kamis (30/1/2025), pemilik akun tersebut menilai bahwa Hotman Paris meminta sosok yang salah untuk mengulas produk minuman. Seharusnya, Hotman menyampaikan permintan kepada seorang peneliti makanan bukan Doktif.
Baca Juga: Segini Harga Skincare Premium Maia Estianty yang Kena Review Doktif
"Bang Hotman kalau mau nanya Coca Cola (produk minuman) zero sugar, bukan ke Doktif, tapi ke food scientist," ujar pemilik akun.
Bahkan pemilik akun tersebut mencontohkan siapa sosok yang bisa menjadi rujukan bagi Hotman Paris.
"Kayak (nanya) ke Felix Zulhendri, Ph.D atau yang lainnya," sambung pria tersebut.
Ucapan warganet tersebut ternyata didukung oleh yang lain. Hingga ada yang mempertanyakan kecerdasan seorang Hotman Paris.
"Sekilas Hotman Paris dikuliahi warganet kwkw," ujar warganet.
"Saya pikir Hotman Paris orang berpendidikan, ternyata ...," tambah yang lain.
Berita Terkait
-
Beda Kekayaan Oky Pratama dan Shella Saukia yang 'War' Perkara Skincare
-
Seberapa Kaya Dokter Detektif? Ngaku Masih Satu Circle dengan Irwan Mussry
-
Ribut-Ribut Skincare Direview Doktif, Ingat Lagi Fungsi BPOM Bisa Loloskan Produk Perawatan Kulit
-
Ramai Istilah Overclaim di Dunia Skincare, Apa Sih Artinya?
-
Jejak Digital Maia Estianty Dikuliti, Dipandang Pantas Bella Shella Saukia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas