Suara.com - Firdaus Oiwobo dipecat oleh Kongres Advokat Indonesia (KAI). Pemecatan ini merupakan konsekuensi dari aksinya naik ke meja sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Razman Arif Nasution.
Firdaus bukan satu-satunya yang dipecat KAI. Nasib serupa juga pernah dialami Razman.
KAI memecat Razman pada 2020. Berikut adalah kronologi pemecatan Razman dari organisasi advokat tersebut.
Razman dipecat dengan tidak terhormat. Pemecatan ini diputuskan karena KAI menilai Razman sebagai seorang adokat lebih menorehkan kontroversi alih-alih prestasi.
Salah satunya adalah ketika Razman berkasus dengan Denise Chariesta. Konflik berawal saat Razman menjadi kuasa hukum Medina Zein atas kasus dugaan penipuan jual beli mobil. Ketika itu, Denise jadi salah satu korban penipuan Medina.
Selain saling sindir di media maupun media sosial, Razman dan Denise pernah terlibat adu mulut secara langsung.
Razman juga pernah berkonflik dengan dokter Richard Lee. Perseteruan berawal saat Richard memutuskan kerja sama dengan Razman yang sebelumnya diberi kuasa sebagai pengacaranya.
Pemecatan Razman berujung ke gugatan terhadap Richard Lee. Razman menggugat mantan kliennya itu terkait wanprestasi.
Namun, hakim menolak gugatan Richard Lee. Hakim menilai justru Razman yang melanggar kontrak kerja.
Baca Juga: Pakai Toga Advokat, Razman Nasution Sempat Dadakan Datangi Gedung DPR, Mau Apa?
Kasus kontroversial lainnya adalah ketika Razman menjadi kuasa hukum Iqlima Kim. Bermula dari melawan Hotman Paris atas dugaan pelecehan, Razman justru berakhir dikhianati.
Iqlima Kim kemudian mengubah pernyataannya soal tuduhan miringnya terhadap Hotman. Muncul tudingan baru bila Iqlima digoda Razman untuk menjadi istri kedelapan.
Satu per satu kasus di atas terangkum dan menjadi pertimbangan KAI sebelum memecat Razman Arif Nasution. Perwakilan dari KAI, Petrus Ballapatyona menyatakan bila tindakan Razman mencenderai profesi advokat hingga organisasi KAI.
"Apa yang dilakukan saudara Razman Arif Nasution ini telah mencederai, selain organisasi Kongres Advokat Indonesia, tapi juga profesi advokat. Sehingga apa yang dilakukan bukan cerminan seorang advokat," ucap Petrus Ballapatyona pada tahun 2022 lalu.
Berita Terkait
-
Susul Razman Arif Nasution, Firdaus Oiwobo Hina Majelis Hakim: Hakim atau Sales Kompor?
-
Profil Iqlima Kim, Disorot Lagi Buntut Ricuh Sidang Razman vs Hotman Paris
-
Sudah Bikin Malu Pengadilan, Gaya Firdaus Oiwobo Pakai Toga di Luar Sidang Jadi Bahan Ejekan
-
Sosok Donny Andretti, Sosok Mentereng Rela Terima Firdaus Oiwobo Usai Dipecat Kongres Advokat Indonesia
-
Adu Cincin Hotman Paris Vs Firdaus Oiwobo, Harganya Bak Langit Bumi?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa