Suara.com - Hotman Paris memberikan komentar terkait permohonan Razman Arif Nasution kepada Mahkamah Agung (MA). Diketahui, Razman secara langsung mengirimkan surat permohonan maaf kepada MA hari ini, Senin (17/2/2025).
Menurut Hotman Paris, apa yang dilakukan Razman Arif Nasution sia-sia. Dia menduga MA tak akan memberikan ampun kepada sang rival atas perbuatannya.
"Saya enggak yakin, saya merasa kurang yakin dia (Razman) bisa diterima," kata Hotman Paris saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Senin (17/2/2025).
Bukan tanpa alasan, pengacara 65 tahun tersebut menilai tindakan Razman terhadap hakim yang menangani kasusnya sudah melukai ketua MA. Apalagi Razman sempat menyebut hakim sebagai koruptor.
Karena terlanjur menghina marwah pengadilan, Hotman menduga proses hukum terhadap Razman akan tetap dilanjutkan.
"Bagaimana perasaan pimpinan MA yang anak buahnya, hakim di bawahnya diteriaki di persidangan 'koruptor, koruptor' dan itu di persidangan, di ketuk-ketuk mejanya," tutur Hotman.
"Bagaimana bisa permintaan maaf (diterima), marwah pengadilan sudah dihina begitu. Biarkan proses hukum berjalan," imbuhnya.
Adapun Hotman Paris juga menduga karier advokat Razman Arif Nasution telah berakhir. Terlebih, sumpah advokat pengacara 54 tahun tersebut sudah dibekukan Pengadilan Tinggi Ambon.
Sebagaimana diketahui, Razman Arif Nasution mengamuk dan membuat ricuh ruang Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 6 Februari lalu.
Baca Juga: Diperiksa Bareskrim, Hotman Paris Siap Ungkap Ulah Razman Sebut Hakim Koruptor
Razman protes kepada majelis hakim karena persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik melawan Hotman Paris harus digelar tertutup. Saking kesalnya, Razman sempat menyebut hakim koruptor serta salah satu tim kuasa hukumnya naik ke atas meja ruang sidang.
Berita Terkait
-
Diperiksa Bareskrim, Hotman Paris Siap Ungkap Ulah Razman Sebut Hakim Koruptor
-
Reaksi Hotman Paris Saat Pertama Kali Tahu Richard Lee Mualaf: Lama-lama Gue Masuk Islam Juga Nih!
-
Turuti Hasil Sidang Etik, Razman Arif Nasution Sambangi Mahkamah Agung Buat Minta Maaf
-
Dulu Ingin Adopsi, Kini Razman Nasution Berbalik Mau Laporkan Lolly Atas Dugaan Aborsi: Dia yang Melakukan
-
Singgung Konsekuensi Logis, Respons Otto Hasibuan soal Pembekuan BAS Razman Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak