Suara.com - Praktek korupsi oleh pejabat negara masih jadi momok masyarakat. Terbaru, publik dibikin tercengang dengan fakta bahwa bensin Pertamax yang diedarkan adalah hasil oplosan Pertalite, buntut kecurangan beberapa petinggi Pertamina.
Tak tanggung-tanggung, para tikus berdasi itu merugikan negara sampai Rp 193 triliun dalam setahun. Sudah tidak terbayang lagi, berapa besar kerugian yang ditimbulkan sejak praktek kecurangan dimulai di 2018.
Di balik kegagalan pemerintah menanggulangi korupsi, muncul pertanyaan dari seorang Arie Kriting. Ia penasaran apakah institusi penegak hukum benar-benar tidak mengendus kelakuan busuk para pejabat korup, atau malah ada perlindungan khusus untuk mereka saat rezim tertentu berkuasa.
"Koruptor itu ada circle-circle gitu nggak sih? Yang kalau circle-nya sedang berkuasa, korupsinya aman. Terus kalau yang berkuasa circle lain, dianya kena masalah. Atau bagaimana?" tanya Arie Kriting lewat sebuah tulisan di X, Rabu (26/2/2025).
Kalau benar praktek korupsi sengaja didiamkan oleh rezim tertentu, Arie Kriting merasa perlu tahu kiat-kiat sukses jadi koruptor. Tidak ada artinya lagi melawan kalau mereka yang berkuasa saja sengaja membiarkan hal itu karena dugaan kesamaan kepentingan.
"Coba dong yang pernah korupsi, bagi cerita sama kiat-kiatnya bagaimana cara meraih kesuksesan," pinta Arie Kriting.
Pertanyaan Arie Kriting direspons pengguna X lain. Ada yang meyakini asumsi sang komika soal ikatan relasi para koruptor benar adanya.
"Pasti sih. Circle pejabat itu saling cepu aslinya, muka dua semua. Kasus-kasus besar pasti udah pada megang. Kalau ada pejabat yang bilang baru tahu, itu bohong," tutur akun @MulkiArdhy di kolom komentar.
"Setahu saya, sistemnya memang begitu. Itu lah kenapa semua partai atau circle, selalu berambisi untuk menduduki tahta kekuasaan. Jika tidak berkuasa, sangat rawan akan tokohnya dijadikan tersangka. Penindakan kasus, terutama korupsi, sifatnya sangat politis," timpal akun @alwaliannoko.
Baca Juga: Respons Kemal Palevi Soal Korupsi Pertamina Oplos Pertamax Dianggap Wakili Suara Rakyat
Ada pula yang berasumsi bahwa para koruptor sengaja dibiarkan sampai ada isu sosial yang menjadi atensi publik. Penangkapan mereka diharapkan bisa mengalihkan sorotan dari isu sosial lain, yang sejatinya sama pentingnya untuk diusut tuntas.
"Kasus korupsi yang dari lama banget tiba-tiba terungkap di momen tertentu, (khususnya yang negatif bagi rezim aja), itu sebuah anomali. Kayaknya wajar kalau kita mikir bahwa kasus-kasus udah dicium atau diketahui, dan tinggal dikeluarin sesuai schedule atau kebutuhan," jelas akun @menikahii.
Korupsi di tubuh Pertamina sendiri membuat Dirut PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan ditetapkan sebagai tersangka. Nama Riva diumumkan bersama enam pelaku lain, dengan tiga di antaranya adalah pihak swasta yang bermitra dengan Pertamina.
Terbaru, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyampaikan penambahan dua tersangka baru
Berita Terkait
-
Sidak ke SPBU Pertamina, DPR soal Heboh Kasus BBM Oplosan: Semua Jenis Bensin Pasti Di-blending
-
Pendidikan Moncer Fitra Eri, Beri Respons Berkelas saat Diminta Buka Suara soal Pertamax Oplosan
-
Modus Pejabat Pertamina Bikin Negara Bayar Mahal untuk Impor BBM Kualitas Rendah
-
Daftar 7 Aktor yang Ikut Bancakan Rp 193 Triliun dari Korupsi Minyak Mentah Pertamina Patra Niaga
-
Perbedaan BBM Oplosan dan Blending, Pertamax Sudah Sesuai?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara