- Rachel Nickell (23 tahun) dibunuh secara brutal di depan anak balitanya yang berusia dua tahun pada 15 Juli 1992.
- Tekanan publik membuat polisi salah menangkap Colin Stagg lewat operasi penyamaran yang kontroversial, meski tanpa bukti fisik yang kuat.
- Pelaku asli baru terungkap lewat tes DNA pada 2004, membuktikan kelalaian polisi yang mengabaikan rekam jejak pelaku dan justru menghancurkan reputasi orang tak bersalah.
Suara.com - Genre true crime kembali mendominasi daftar tontonan populer di Netflix lewat perilisan dokumenter terbaru berjudul The Murder of Rachel Nickell.
Film dokumenter yang diproduksi pada 2026 ini menyoroti kegagalan sistemik kepolisian dalam salah satu kasus kriminal paling terkenal di Inggris.
Buat kamu yang suka kisah misteri nyata lengkap dengan investigasi kompleks, karya garapan sutradara Lucy Bowden ini sepertinya sayang banget untuk dilewatkan.
Tragedi di Wimbledon Common: Kesaksian Balita 2 Tahun
Kisah ini bermula pada siang hari yang kelam, tepatnya pada 15 Juli 1992.
Rachel Nickell, seorang ibu muda berusia 23 tahun, sedang berjalan-jalan santai bersama putranya yang berusia dua tahun, Alex, dan anjing peliharaan mereka di Wimbledon Common, London. Kehidupan Rachel direnggut secara brutal dalam sebuah serangan yang tak terbayangkan.
Jasad Rachel ditemukan oleh seorang pejalan kaki dalam kondisi yang mengenaskan. Ia dilecehkan secara seksual dan ditikam sebanyak 49 kali.
Hati publik tersayat ketika tahu ketika ditemukan, Alex kecil tengah memeluk tubuh ibunya yang sudah terbujur kaku. Si kecil terus memangil Rachel.
Alex menjadi satu-satunya saksi mata dalam peristiwa tersebut. Polisi, dengan izin ayahnya, Andre, mencoba melakukan wawancara psikologis dengan Alex untuk mendapatkan petunjuk.
Baca Juga: The Witness Tayang 4 Juni di Netflix, Angkat Kasus Nyata Rachel Nickell
Namun, di usianya yang masih sangat belia, Alex hanya mampu mengingat detail pakaian pelaku. Penyelidikan yang berulang-ulang malah bikin Alex semakin trauma.
Andre kemudian putuskan untuk menghentikan partisipasi putranya dalam proses penyidikan.
Jebakan Polisi Salah Sasaran
Tekanan publik yang masif memaksa kepolisian London untuk segera menemukan pelaku. Berdasarkan sketsa wajah dari keterangan terbatas Alex dan profil psikologis yang disusun ahli, polisi mengarahkan radar mereka pada seorang pria lokal bernama Colin Stagg.
Hanya saja, tak pernah ada bukti fisik yang mengaitkan Stagg dengan tempat kejadian perkara (TKP).
Bukannya terus mencari bukti baru, polisi justru melakukan penyamaran kontroversial yang dikenal sebagai Operation Edzell. Seorang polwan dikirim untuk mendekati Stagg lewat surat-menyurat dengan kedok klub "lonely hearts".
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron