Suara.com - Komika Bintang Emon punya cara unik sindir PT Pertamina. Seperti diketahui bahwa baru-baru ini para petinggi perusahaan tersebut tersandung kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Melalui Instagram pribadinya, Bintang Emon memparodikan sebuah adegan saat ia menjadi direktur perusahaan swasta yang selama ini menjadi kompetitor PT Pertamina.
Di situ, Bintang Emon mendapat kabar bahwa banyak pelanggan yang kini berbondong-bondong ke SPBU tempatnya bekerja imbas lunturnya kepercayaan masyarakat kepada perusahaan yang dikelola pemerintah tersebut.
Mendapati SPBU-nya ramai pelanggan, Bintang Emon justru terlihat bingung dan takut. Hal itu yang kemudian membuat anak buahnya bertanya-tanya yang kemudian mendapat jawaban tak terduga dari komika tersebut.
“SPBU kita nggak rame aja kita diwajibin lebih mahal. Terus dari tempat izinnya beda, makanya kita kan nggak banyak,” kata Bintang Emon dikutip dari Instagram pribadinya pada Jumat (28/2/2025).
“Itu nggak rame, apalagi sekarang ini rame disuruh ngapain lagi kita ini?” ujarnya melanjutkan.
Tak lama berselang, Bintang Emon lalu menerima panggilan telepon yang diduga sebagai perusahaan milik negara tersebut.
Dalam percakapan tersebut, Bintang Emon yang bertindak sebagai direktur swasta itu mendapat intimidasi imbas pelanggan SPBU swasta yang kini semakin ramai.
“Halo ini kami dari kantor pusat, ini ada peraturan baru ya. Setiap pembelian di luar SPBU kami, selama pengisian customernya harus kayang,” bunyi perintah tersebut.
Baca Juga: Bantah Dioplos, Zat Aditif Apa yang Dicampurkan ke Pertamax?
Unggahan Bintang Emon yang diduga menyindir Pertamina itu kemudian mendapatkan respons beragam dari warganet.
“Kalau sampe Vivo diintimidasi, tenang masih bnyak Xiaomi, realme, sama Oppo bang,” komen akun @riza***
“Nanti SPBU swasta jadi wajib bagi-bagi jabatan komisaris,” kata akun @jack***
“Nggak apa-apa kayang juga, yang penting gak beli di pertamina,” ujar akun @dedi***
“BUMN, M-nya Monopoli bukan si?” kata akun @nura***
Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini mengungkap kasus dugaan korupsi tata kelola minyak, yang melibatkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.
Berita Terkait
-
Dear Koruptor BBM Oplosan, Awas Kena Azab Betubi-tubi: Mati Terbakar Bensin
-
Intip Perjalanan Artkea, Brand Fashion Milik Istri Kerry Adrianto Riza yang Kini Jadi Sorotan
-
Kejagung Geledah PT OTM, Diduga Jadi Lokasi Blending BBM Pertamina
-
Tak Hanya RON 90, Kejagung Ungkap Dugaan Oplos Pertamax Pakai RON 88
-
Taksiran Korupsi Pertamina 2018-2023: Bisa Buat Beliin Honda Brio untuk Warga Seprovinsi DIY, dan Masih Sisa...
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987