Suara.com - Kasus Flame Spa Bali milik selebgram Ni Ketut Sri Astari Sarnanitha alias Nitha menjadi perhatian publik. Pasalnya, kasus prostitusi ini bikin banyak orang terkejut karena para pelakunya hanya dituntut sembilan bulan penjara.
Selain Nitha sebagai komisaris, empat orang lainnya yang jadi terdakwa adalah Ni Made Purnami Sari (Direktur Flame Spa), Angel Christina alias Miss Angel (Marketing Flame Spa), serta dua resepsionis, Kadek Widya Helena Saputri dan Risqia Ayu Budianti.
Padahal, kelima orang tersebut terjerat UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sebagai perbandingan, dalam kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel pada 2019, dua muncikari divonis lima tahun penjara.
Kasus ini pun mendapat perhatian dari praktisi hukum dan pengacara I Made Somya Putra. Menurutnya, hukuman sembilan bulan tidak sebanding dengan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh bisnis penyakit masyarakat ini.
"Dengan omzet mencapai Rp6 miliar per bulan, bisnis ini bukan sekadar pelanggaran kecil. Vonis yang ringan tidak akan memberi efek jera bagi pelaku bisnis prostitusi terselubung lainnya, saya yakini lebih besar dari apa yang terlihat di pengadilan," ujar Somya kepada wartawan di Denpasar, Jumat (28/02/2025).
Menurut Somya, kasus ini telah mencoreng nama Bali sebagai salah satu destinasi terkenal dunia. Pulau Dewata dikenal sebagai ikon pariwisata budaya dunia, di mana kearifan lokal, nilai-nilai agama, serta tradisi adat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
"Kasus ini seperti dilihat seolah seperti menangani Pekerja Seks Kormesial (PSK) biasa, padahal ini sangat tersistem, ada manajemennya, uangnya besar, dan yang mencoreng citra pariwisata Bali. Pariwisata yang berkembang harus berbasis budaya dan kearifan lokal, bukan yang justru merusak moral dan menciptakan dampak sosial negatif, dan menutupi pemodal sesungguhnya," kata Somya.
Somya berharap dalam sidang vonis nantinya hakim memberikan hukuman maksimal. "Hakim harus berani menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa, agar ada efek jera. Kalau vonisnya terlalu ringan, kasus serupa bisa terus berulang," imbuhnya.
Baca Juga: Selebgram Sarnanitha Dituntut 9 Bulan Penjara Kasus Spa Plus Plus
Somya khawatir, bila para terdakwa mendapat hukuman ringan, makas kasus serupa bisa terulang kembali.
"Tuntutan ini terlalu ringan dan tidak memberikan efek jera kepada pemilik usaha. Tentunya masyarakat juga tidak puas, karena penegakan hukum terlihat hanya sebatas formalitas dan memilih-milih kasus," tuturnya.
Kasus Flmae Spa terbongkar setelah polisi melakukan penggerebekan di tempat tersebut pada 2 September 2024. Setela melakuakn penggeledahan, polisi mengungkap spa plus plus ini sudah berjalan cukup lama dan omzetnya mencapai Rp6 miliar per bulan.
Dalam praktiknya, Flame Spa menawarkan paket pijat plus layanan sensual kepada pelanggan. Ada lima kategori yang ditawarkan dan harganya antara Rp970 ribu yang paling rendah dan Rp3,75 juta yang paling mahal. Semakin mahal paketnya, maka semakin mewah fasilitas yang diberikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka
-
Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Pesta Timuran Jaksel Siap Digelar di CIBIS Park, Hadirkan 20 Musisi dan Ragam Kultur Indonesia Timur
-
Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Pilih Tak Sekamar saat Umrah, Ini Alasannya
-
Tiketnya Hampir Ludes, Intip Prediksi Setlist Konser My Chemical Romance di Jakarta
-
Bak Film Bollywood, Lina Mukherjee Resmi Dipersunting Lelaki Italia di Pernikahan Impiannya