Chef ternama, Arnold Poernomo, juga turut memberikan komentarnya mengenai insiden ini.
Arnold menyoroti kesulitan dalam memasak dalam jumlah besar dan menyebut bahwa hanya segelintir orang yang mampu mengeksekusi hal tersebut dengan baik.
"Masak dalam jumlah besar itu tidak mudah. Harus ada tim yang solid, perencanaan waktu yang matang, hingga sistem pembagian makanan agar tidak terjadi kekacauan," tulisnya.
"Masa percaya 200 kg daging bisa jadi rendang dalam tiga jam? Akhirnya, malah warga yang jadi bahan konten dengan cara seperti ini," kritik Chef Arnold.
Tanggapan Gilang Dirga
Sementara itu, presenter dan komedian Gilang Dirga juga ikut angkat bicara melalui unggahan Instagram.
Dengan gaya khas Palembang, Gilang mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan dan mencari tahu kebenaran kejadian tersebut.
"Ado duo sisi yang kudengar dari kejadian di BKB. Daripada kito salah prasangka, apalagi di bulan puaso. Tolong yang tahu cerito aslinyo komen di bawah yo," tulis Gilang.
"Jujur, agak dak rela aku kalau namo wong kito jadi jelek gara-gara ini," tuturnya lebih lanjut.
Baca Juga: Willie Salim Akhirnya Minta Maaf soal Konten Masak Rendang: Sepenuhnya Salah Saya
Dugaan Settingan dan Kejanggalan yang Terungkap
Seiring viralnya insiden ini, muncul berbagai spekulasi di media sosial. Banyak yang menduga bahwa kejadian ini sudah dirancang sejak awal untuk kebutuhan konten.
Sejumlah kejanggalan pun mulai disorot oleh publik. Salah satunya adalah tidak adanya dokumentasi yang jelas mengenai bagaimana rendang bisa menghilang dalam waktu singkat.
Bahkan, beredar rumor bahwa rendang sebenarnya dibawa oleh pihak tertentu yang terlibat dalam produksi konten.
Selain itu, beberapa saksi mata juga mempertanyakan teknis memasak rendang dalam waktu yang singkat.
Seorang saksi menyebut bahwa api yang digunakan terlalu kecil untuk benar-benar memasak rendang hingga matang.
Berita Terkait
-
Willie Salim Akhirnya Minta Maaf soal Konten Masak Rendang: Sepenuhnya Salah Saya
-
Kronologi Hilangnya 200 Kg Rendang Willie Salim di Palembang, Cuma Settingan?
-
Denny Sumargo Akui Allah dan Nabi Muhammad, Ustaz Derry Sulaiman: Ini Muslim Sudah Selesai
-
3 Alasan yang Bikin Ustaz Derry Sulaiman Yakin Denny Sumargo, Hotman Paris dan Willie Salim Bakal Mualaf
-
Usai Bobon Santoso, Ustaz Derry Sulaiman Sebut Denny Sumargo Sampai Hotman Paris Bakal Mualaf
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Aksi Sopir Taksi Hijau Merokok Usai Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Picu Kemarahan Netizen
-
Karyawan Alice Norin Jadi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Tergencet Hingga Terlempar Keluar
-
Mengapa Kereta Api Tak Bisa Mengerem Mendadak Meski Ada Bahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya
-
Bukan Liburan, Nassar Ungkap Jalur Healing: Bikin Orang Tertawa
-
Ayah Hibahkan Koleksi Jas Mewah Vidi Aldiano ke Kelompok Hafiz Turki
-
Daftar Kecelakaan Taksi Green SM, Terobos Palang Perlintasan KRL hingga Tabrak Tukang Nasi Goreng
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Ibu Muda Meninggal di Hari Pertama Kerja Usai Cuti Melahirkan
-
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Palang Pintu Manual dan Dugaan Keterlibatan Ormas Disorot
-
Minta Maaf Soal Renovasi Mewah, Cincin Blue Sapphire Gubernur Rudy Mas'ud Malah Bikin Gagal Fokus
-
Buntut Rumah Dijual Niko Al Hakim, Rachel Vennya Cari Kontrakan Mendadak di Jaksel